Makam di Australia jadi Penghasil Minyak Zaitun | Breaktime
Makam di Australia jadi Penghasil Minyak Zaitun
01.10.2017

B’Timers, ketika kita mendengar kata “pemakaman”, pasti yang terlintas di benak kita adalah taman pemakaman yang suram, yang kesan menyeramkannya semakin dipertegas dengan batu-batu nisan yang dingin dan pepohonan yang gersang. Pemakaman memang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi orang-orang yang sudah meninggal dunia, jadi tidak mengherankan jika tempat tersebut sangatlah hening, dan hanya dikunjungi oleh segelintir orang untuk berziarah kubur pada waktu tertentu saja.

Tapi di beberapa negara kesan pemakaman justru berubah menjadi tempat yang ceria dan bahkan menjadi perkebunan yang mendatangkan uang. Salah satunya adalah makam di Australia jadi penghasil minyak zaitun. Penasaran? Simak terus infonya.

Pemakaman West Terrace di Adelaide bisa dibilang merupakan satu-satunya makam di Australia jadi penghasil minyak zaitun, atau mungkin di seluruh dunia. Di tanah pemakaman tertua Australia ini terdapat 60 pohon zaitun jenis Olea Euraopaea yang tumbuh sejak tahun 1860-an.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Inspirator di Balik Acara Unik Totto no Heya

Ide menyulap taman pemakaman menjadi kebun zaitun ini pertama kali dicetuskan oleh Henry Brooks yang bekerja sama dengan seorang botanist bernama George Francis yang kemudian mendatangkan beberapa bibit pohon zaitun pertama di tanah pemakaman tersebut. Dan sepertinya, Robert Pitt yang menjabat sebagai Chief Executive dari bisnis tersebut juga memiliki minat yang sama dan memutuskan untuk mengambil alih bisnis unik ini hingga saat ini. 

Makam di Australia jadi Penghasil Minyak Zaitun | Breaktime
Makam di Australia jadi penghasil minyak zaitun

Sampai saat ini, penduduk lokal di daerah tersebut memiliki respons yang bermacam-macam. Ada beberapa dari mereka yang tidak menyetujui ide mendirikan perkebunan minyak zaitun di pemakaman, namun ada juga menyambutnya dengan antusias. Bagi Robert Pitt sendiri, tujuan disulapnya area pemakaman tersebut adalah untuk mengubah persepsi masyarakat tentang pemakaman. Baginya, pemakaman tidak harus melulu dimaknai sebagai tempat berduka, melainkan juga tempat untuk merayakan kehidupan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ingat Ponari? Ini Fakta Menarik Tentangnya Kini

Dan ternyata, para masyarakat di Jerman pun memiliki pandangan yang sama dengan pengurus pemakaman tersebut. Contohnya adalah pemakaman Sophienkirche yang terletak di samping gereja Sophienkirche kota Berlin. Pemakaman tersebut sudah lama terabaikan dan oleh pihak gereja, tanah pemakaman tersebut disulap menjadi taman bermain untuk anak-anak. Anak-anak yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak di wilayah tersebut dibebaskan mengeksplorasi tanah kuburan tersebut. Bahkan tidak jarang ada anak-anak yang menaiki batu nisan.

Bagi sebagian besar dari kita mungkin hal tersebut terasa keterlaluan dan tidak menghormati orang yang sudah meninggal, namun bagi penduduk sekitar sendiri, hal tersebut merupakan cara yang unik untuk merenungi kematian namun tetap dapat merayakan bentuk kehidupan.

Tak hanya di Eropa, di kota Surabaya Indonesia pun Anda akan dibuat terkejut dengan rupa pemakaman yang disulap menjadi taman kota yang menyenangkan dan jauh dari kesan angker. Taman Bungkul di Surabaya adalah taman kota cetusan dari walikota Bu Risma yang ternyata merupakan lokasi makam dari Sunan Bungkul, yang juga dikenal dengan nama Ki Ageng Supo.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Fantastis, Wujud & Harga Penthouse Johnny Depp!

Beberapa tahun yang lalu, taman pemakaman tua ini memang lekat dengan kesan angkernya. Namun kesan tersebut langsung hilang begitu Bu Risma menanam berbagai macam pepohonan rindang dan bunga yang berwarna-warni, lampu taman, serta aneka permainan bagi para pengunjung. Taman pemakaman tersebut pun mulai ramai dikunjungi pengunjung dan makin disemarakkan dengan kehadiran para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar taman. Luar biasanya, taman ini juga dinobatkan menjadi Taman Terbaik Se-Asia lho, B’Timers.

Ternyata, tidak hanya makam di Australia jadi penghasil minyak zaitun tapi juga taman pemakaman lain pun mulai sedikit demi sedikit berubah menjadi tempat yang lebih ramah terhadap manusia-manusia yang masih hidup. Tertarik untuk mengunjungi? (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE