Kutukan Atau Genetik? 5 Kejadian Ini Bikin Ngeri | Breaktime
Kutukan Atau Genetik? 5 Kejadian Ini Bikin Ngeri
19.08.2017

Setiap hari berita silih berganti dan berkat internet, semakin banyak informasi yang bisa didapatkan dalam sekali waktu dari peristiwa paling hangat hingga berita-berita yang tidak masuk akal. Sejak dulu sudah banyak tersebar hal-hal dan berita unik yang tak bisa dinalar oleh akan manusia.

Bicara tentang fenomena tidak masuk akal, ada beberapa peristiwa di dunia yang sempat viral dan banyak anggapan yang beredar akibat kutukan atau dosa di masa lalu. Penasaran, kan? Apa saja, ya?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Bahasa Jawa Terdengar di Bandara Dubai? Kok Bisa?

Bayi berwajah kodok (India). Pada tahun 2006, ada seorang bayi yang lahir dengan wajah menyerupai kodok di Charikot, pusat distrik Dolakha, yang menarik banyak orang untuk berbondong-bondong menyaksikan kelahiran yang aneh tersebut. Bayi tersebut tidak memiliki leher dengan kepala yang berukuran tidak normal dan seperti ‘tenggelam’ ke dalam tubuhnya. Sebaliknya, bola matanya berukuran besar seolah-olah akan loncat dari kelopak matanya. Bayi malang ini lahir dari pasangan Nir Bahadur Karki dan Sutali Karki di rumah sakit Gaurinshkar di Charikot.

Mereka sendiri merupakan warga asli distrik tersebut. Sayangnya, setelah satu setengah jam kelahirannya, bayi tersebut meninggal. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Suntali, sang ibu. Berita tentang keanehan bayi tersebut menyebar luas dan masyarakat datang beramai-ramai ingin melihatnya. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, polisi dikerahkan untuk mengontrol kerumunan tersebut. Bayi ini lahir dengan berat 2 kg dengan cara persalinan normal. Pasangan Karki sendiri sudah dikaruniai dua putri yang semuanya normal dan selama kehamilan ia tidak pernah sakit.

Kutukan Atau Genetik? 5 Kejadian Ini Bikin Ngeri | Breaktime
Manusia berekor dari India
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Beyond Malala: Perlawanan Pemuda yang Mengubah Dunia

Pria berekor (India). Masih di India, Chadre Oram, menjadi terkenal karena ia memiliki ekor sepanjang 33 sentimeter di tubuhnya. Ia pun dipercaya ada wujud Hanoman di dalam dirinya. Hanoman sendiri adalah seorang dewa dalam agama Hindu yang berwujud monyet berwarna putih. Masyarakat pun percaya, jika menyentuh ekornya, mereka akan sembuh dari penyakit. Tidak heran, banyak orang yang datang kepada nya dan rela mengantri untuk mendapatkan berkah. Ia juga mendirikan sebuah kuil Hanoman berukuran kecil di rumahnya. Sayangnya, keberkahan tersebut tidak selalu membawa keberuntungan untuk dirinya sendiri. Sudah ada 20 orang wanita yang menolak pinangannya setelah tahu ia memiliki ekor. Ia sendiri tidak ambil pusing dan tetap mencari wanita yang mau menerima dirinya apa adanya. Kalau pun tidak ketemu, ia akan menjadi perjaka selamanya seperti Hanuman. Positif sekali ya orangnya, B’Timers.

Jempol dan jari rasaksa (China). Lui Hua menderita kondisi medis langka yang disebut macrodactyly. Ketika dirawat di rumah sakit di Shanghai pada Juli 2007, jempol kakinya berukuran 25 sentimeter dan jarinya sepanjang 15 sentimeter. Para dokter melakukan operasi selama 7 jam untuk mengurangi ukuran jari dan jempol Lui. Anggota tubuh yang membesar disebabkan oleh sejumlah kondisi medis salah satunya akibat lymphedema.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Negara-Negara Ini Boikot Beberapa Musisi, Why?

Kaki Melawan arah (China). Wang Fang, 27 tahun, warga kota Chongqing, lahir dengan kaki menghadap arah yang salah. Dia pun sudah menerima dengan baik kondisi fisiknya dan hidup seperti orang normal. Bahkan, ia menolak tunjangan bagi penyandang difabel karena ia merasa dirinya tidak cacat seperti yang orang lihat. Ia memiliki profesi sebagai pelayan di restoran.

Bayi bertangan tiga (China). Bayi bernama Liu Junjie dari provinsi Anhui, China, lahir dengan 3 tangan pada tahun 2006. Berita baiknya, para doktor berhasil menghilangkan tangan ketiganya dan Liu harus menjalani terapi fisik untuk menormalkan fungsi tangannya yang tidak memiliki telapak dalam waktu yang lama. Keberhasilan operasi tersebut membuka kesempatan bagi dokter-dokter lainnya untuk mempelajari dan menindaklanjuti kasus serupa.

Jadi, ternyata itu bukanlah mitos, kutukan, atau dosa di masa lalu. Kesalahan genetik telah terjadi pada orang-orang tersebut. Ngeri, ya? (ar)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE