Kilasan Pak Raden “Kakek Geppetto” ala Indonesia | Breaktime
Kilas Balik Pak Raden, “Kakek Geppetto” ala Indonesia
02.11.2015

Setiap menyaksikan serial Si Unyil, B’timers pasti teringat dengan betapa bahagianya masa kecil saat itu dan wajar saja bila sesekali Anda ingin kembali mengulang semuanya. Kenangan masa kecil yang indah itulah yang diukir oleh Drs. Suyadi alias Pak Raden.

Namun, pada tanggal 30 Oktober kemarin, pria yang iconic dengan kumisnya ini meninggal dunia. Ya, Pak Raden menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Pertamburan, Jakarta Barat. Nah, yuk mengenang kilas balik jasa-jasa Pak Raden dan mengenal fakta unik apa saja tentang beliau yang selama ini jarang diketahui banyak orang:

Kilasan Pak Raden “Kakek Geppetto” ala Indonesia | Breaktime
Sosok Pak Raden yang melegenda

 

Pembuat cerita si Unyil

Film “Si Unyil” yang pertama tayang di stasiun TVRI pada tanggal 5 April 1981  ini ternyata  adalah kartun animasi ciptaan Suyadi sendiri. Di film tersebut, sosok Pak Raden sangat kental dengan blangkon dan pakaian adat Jawa yang gemar memarahi Unyil saat dia nelakukan kesalahan.

Lulusan Institut Teknologi Bandung

Siapa sangka jika pria yang lahir di Jember tahun 1932 adalah lulusan sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat? Selain itu, ia juga menerima beasiswa dari Pemerintah Prancis dan melanjutkan studinya ke Paris pada tahun 1961 hingga 1964. Pada tanggal 3 Juni 2012, ia pun mendapatkan penghargaan Gabesa Widya Jasa Utama dari ITB atas keatifannya mengembangkan ilmu dan pengetahuan.

Kilasan Pak Raden “Kakek Geppetto” ala Indonesia | Breaktime
Aksi Suyadi memegang boneka Pak Raden

Menguasai 4 bahasa asing

Sempat mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri menjadikan Pak Raden mampu menguasi empat bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Perancis, dan Italia. Kemampuan ini juga ditunjukkannya dalam serial si Unyil. Saat sedang marah, Pak Raden akan menyisipkan bahasa Belanda dalam dialognya.

Pecinta kucing

B’timers pecinta kucing? Wah, ternyata Pak Raden juga sama-sama mencintai hewan berbulu dan suka mengeong tersebut, lho. Madun, pengasuh Pak Raden, menuturkan bahwa Suyadi rela naik ojek ke pasar untuk membeli makanan pilihan untuk kucing, bukan asal makanan sisa yang diberikan begitu saja.

Tidak menikah dan tak punya anak

Dibalik kemampuannya yang bisa menyenangkan anak-anak dengan boneka kayu buatannya, tapi Pak Raden mirip dengan Kakek Geppeto dalam dongeng Pinokio. Semasa hidupnya ia tidak menikah dan memiliki keturunan. Meski begitu, keadaan tersebut tidak menahannya untuk berkarya demi kebahagiaan anak-anak Indonesia.

Apakah ada beberapa fakta unik dari kisah Pak Raden tersebut yang bikin B’timers kaget tidak percaya? Well, kini sosok Pak Raden telah pulang ke hadapan Tuhan selama-lamanya. Semoga semua jasa kebaikannya yang bikin masa kecil B’timers bahagia diganti dengan balasan sebaik-baiknya di sisi-Nya, ya. 

Share This Article