Maestro The Beatles dan Masa Kecil Menyedihkan | Breaktime
John Lennon, Sang Maestro The Beatles dengan Masa Kecil yang Menyedihkan
08.12.2015
Quote: “If someone thinks that peace and love are just a cliché that should have been left behind in the '60s, that's a problem. Peace and love are eternal” – John Lennon
  • Nama lengkap: John Winston Lennon
  • Nama panggung: John Lennon / John Winston Ono Lennon
  • Tempat lahir: Liverpool, Merseyside, Inggris
  • Tanggal lahir: 9 Oktober 1940
  • Meninggal: 8 Desember 1980
  • Istri: [1] Cynthia Powell (bercerai), [2] Yoko Ono
  • Anak: Julian Lennon, Sean Lennon

John Lennon adalah seorang selebriti, komposer, penulis lagu ternama, sekaligus musisi yang lahir bertepatan dengan serangan udara Jerman di Perang Dunia II. Dia merupakan musisi yang memiliki pengaruh luas terhadap perkembangan musik di seluruh dunia.

Kepiawaiannya dalam menciptakan lagu sampai dengan bernyanyi menjadikan namanya begitu tersohor melebihi anggota The Beatles lainnya. Sayangnya, dia meninggal dengan cara yang tidak umum, yaitu dibunuh pada tanggal 8 Desember 1980 di New York, Amerika Serikat karena ditembak  oleh seorang penggemarnya sendiri bernama Mark David Chapman.

Masa kecil 

Maestro The Beatles dan Masa Kecil Menyedihkan | Breaktime
John Lennon kecil dan anjingnya, Nigel

John Winston Lennon adalah seorang anak dari pasangan Julia dan Fred Lennon yang seorang pedagang hasil laut pada tanggal 9 Oktober 1940 malam di Liverpool, Merseyside, Inggris. Bakat musiknya diwarisi dari kedua orang tuanya yang memiliki dasar bermusik walaupun tidak seberapa hebat.

Sayangnya, pada saat berumur 4 tahun, kedua orang tuanya bercerai dan Lennon kecil diasuh sendiri oleh Julia. Dikarenakan beberapa faktor yang salah satunya karena harus menikah lagi, Ibu Lennon tidak mampu merawat Lennon kecil dan menyerahkannya ke adiknya, Mimi, yang tinggal di 251 Menlove Avenue. Karena itulah, Lennon lebih dekat dan mencintai bibinya daripada ibunya sendiri. Walaupun menyerahkan hak asuhnya ke Mimi, Julia masih kerap mengunjungi anaknya tersebut.

Sejak remaja, Lennon mengidap myopia akut yang mengharuskannya mengenakan kacamata tebal agar dapat melihat dengan jelas. Walaupun harus memakai kacamata, tapi Lennon kerap tidak mau untuk menggunakannya ketika harus berfoto.

Di usianya yang terbilang belia ditambah dengan bakat musiknya yang sedikit demi sedikit terpupuk, Lennon kecil mempelajari alat musik, yaitu banjo dan piano. Untuk mempelajari kedua alat musik tersebut, Julia dengan telaten mengajarkan Lennon secara otodidak. Sayangnya, di usianya yang ke-16 tahun, Julia meninggal dunia karena tertabrak mobil. Kematian Julia inilah yang membuat Lennon sangat trauma dan terus dikenangnya seumur hidup.

Seperti halnya anak remaja pada umumnya, Lennon juga sering melakukan hal-hal yang dianggapnya keren akan tetapi memiliki dampak negative bagi dirinya sendiri. Tidak jarang dia berurusan dengan orang lain karena ulahnya itu.

Awal karir bermusik

Maestro The Beatles dan Masa Kecil Menyedihkan | Breaktime
John Lennon di tahun 1960-an

Selain bermusik, Lennon juga suka menggambar. Bakat musik dan gambarnya itu lebih dia mantapkan lagi ketika dia mulai menempuh pendidikan . Walaupun hasil karyanya tidak dapat dikatakan bagus, namun dia sering dipuji sebagai seorang yang bertalenta tinggi apabila diarahkan secara benar.

Bersamaan dengan tahun ketika ibunya meninggal dunia, musik-musik Elvis Presley sangat digemari dan terkenal seantero dunia. Hal itulah yang menginspirasi Lennon untuk mendirikan sebuah band bernama Quarry Men.

Pada tanggal 6 Juli 1957, Lennon bertemu Paul McCartney di sebuah gereja dan mengajaknya untuk bergabung dengan grup band ciptaanya. Keduanya terbukti sukses menjadi partner dalam bermusik serta sangat bagus ketika berkolaborasi dalam menciptakan sebuah lirik lagu.

Dikarenakan komposisi grup masih kurang, McCartney memperkenalkan George Harrison dan Stuart Sutcliffe untuk ikut bergabung. Pada akhirnya, rekaman pertama mereka berhasil selesai dibuat pada pertengahan tahun 1958 dengan judul “That’ll be the Day.”

Di saat yang hampir bersamaa, Lennon pernah berkelakar bahwa pada usianya yang ke-12 tahun, dia pernah mendapatkan semacam ‘pandangan gaib’ bahwa ada serang pria yang keliar dari sebuah nyala api dan berkata padanya, “From this day on you are Beatles with an A.” Dari situlah Lennon mengganti nama grup bandnya menjadi The Beatles.

Sukses bersama dengan The Beatles

Maestro The Beatles dan Masa Kecil Menyedihkan | Breaktime
John Lennon dan The Beatles

Pada tahun 1961, seseorang bernama Brian Epstein berhasil ‘menemukan’ The Beatles di sebuah café bernama Cavern Club. Dan akhirnya, Epstein menjadi manager The Beatles yang berhasil membuat kontrak dengan EMI. Di saat yang sama, The Beatles juga telah menetapkan drummer mereka terbaru yang selama ini terus berganti-ganti, yaitu Ringo Starr atau bernama asli Richard Starkey. Selain Ringo Starr, George Martin juga diplot sebagai produser grup.

Pada bulan Oktober 1962, The Beatles merilis single mereka yang pertama, berjudul “Love Me Do.” Tanpa disangka, single mereka tersebut berhasil berada di posisi 17 se-Inggris Raya walaupun mereka hanyalah orang baru di jagat musik Inggris.

Dari tahun ke tahun, kesuksesan Lennon dan The Beatles semakin mengkilap. Banyak penghargaan sampai dengan pundi-pundi kekayaan direngkuhnya dalam beberapa tahun.

Pernikahan

Maestro The Beatles dan Masa Kecil Menyedihkan | Breaktime
John Lennon dan Yoko Ono di hari pernikahan mereka

Pada bulan Agustus 1962, Lennon menikah dengan seorang wanita bernama Cynthia Powell dan mereka dikharuniai seorang anak bernama Julian Lennon. Cynthia sendiri merupakan seorang penggemar berat The Beatles. Sayangnya, pernikahan mereka tidak bertahan lama, pada tahun 1968, keduanya bercerai.

Di tahun yang sama, Lennon kembali menikah dengan seorang wanita asal Jepang, Yoko Ono, yang dia kenalnya saat dia berada di indica Gallery pada bulan November 1966. Sayangnya, pernikahan Lennon dan Yoko membuat intern The Beatles menjadi kurang harmonis lagi. Lennon memutuskan untuk keluar dari The Beatles pada bulan September 1969.

Bersama dengan Yoko, selain terus menelurkan karya dalam bidang musik, Lennon juga aktif sebagai aktivis sosial. Pada bulan September 1971, Lennon dan Yoko memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat, namun selalu mengalami masalah karena undang-undang yang diterapkan pada era kepemimpinan Presiden Nixon sangat ketat.

Setelah 2 tahun mundurnya Nixon dari bangku presiden, Lennon akhirnya berhasil masuk dan bertempat tinggal di Amerika Serikat pada tahun 1976. Banyak karyanya yang melejit saat dia bersama Yoko tinggal di Amerika Serikat, salah satunya adalah lagu yang berjudul “Imagine.”

Kematian

Pada tahun 1980, Lennon kembali menelurkan album solo terbarunya berjudul “Double Fantasy” yang satu hits singlenya yaitu “(Just Like) Starting Over.” Beberapa minggu setelah dia merilis albumnya tersebut, pada tanggal 28 Desember 1980, seorang penggemarnya bernama Mark Chapman menembaknya. Bahkan beberapa saat sebelum menembak Lennon, Chapman sempat meminta tanda tangan kepada sang bintang.

Lennon meninggal di usia 40 tahun di Roosevelt Hospital setelah pendarahan dengan beberapa luka tembakan pada bagian punggungnya. Kematiannya membuat banyak orang bersedih, bahkan banyak fans dari The Beatles yang juga berduka atas hal tersebut. (das)

Share This Article