Jazz Gunung 2017: Indra Lesmana Sampai Soimah | Breaktime
Jazz Gunung 2017: Dari Indra Lesmana Sampai Soimah
22.08.2017

Setelah puas dengan para penampil di hari pertama, Jazz Gunung 2017 kembali menghadirkan musisi-musisi terbaik di hari kedua pada 19 Agustus 2017. Dengan suasana yang lebih dingin dari sebelumnya, Alit dan Gundi membawakan acara besar ini dengan sangat meriah. Mereka berimprovisasi dengan gaya lawakan sederhana namun mampu membuat Jamaah Al-Jazziyah tertawa geli.

Rangkaian acara di hari kedua tak jauh berbeda dengan hari sebelumnya. Masih dengan alunan musik nan syahdu dari bintang-bintang selanjutnya dan ada pula sambutan serta pemberian penghargaan terhadap salah satu legenda musik Jazz Indonesia.

Jazz Gunung 2017: Indra Lesmana Sampai Soimah | Breaktime
Penampilan Indra Lesmana Keytar Trio
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Gelaran Terbuka Jazz Merdeka Teguhkan Indonesia

Penampilan pertama dibuka dengan sangat teduh oleh Sono Seni Ensemble, yang merupakan kelompok musik kontemporer asal Solo. Sono Seni Ensemble beranggotakan Gondrong Gunarto, Joko S. Gombloh, Zoel Mistortoyfi, Adhan Lanu Buana, Dwi Harjanto, John Jacobs, dan Ginevra House.

Tak cukup dengan Sono Seni Ensemble, musisi selanjutnya yang menghangatkan venue adalah Sri Hanuraga Trio yang berkolaborasi sangat apik dengan Dira Sugandi. Mungkin tak banyak yang mengenal sosok Sri Hanuraga. Ia adalah pianis jazz asal Indonesia yang kini tinggal di Amsterdam. Ia mulai bermain piano klasik sejak usianya masih 11 tahun. Tak heran ketika duetnya bersama Dira Sugandi begitu mempesona para penonton.

Setelah membawakan beberapa lagu, acara dilanjutkan dengan penampilan Indra Lesmana Keytar Trio. Lagu-lagu jazz swing dibawakan dengan sangat apik. Membuat tepuk tangan riuh rendah penonton menggema di langit. Dibuka dengan lagu Melasti dan dilanjutkan dengan lagu I Wish yang mengajak para penonton bergoyang santai.

Jazz Gunung 2017: Indra Lesmana Sampai Soimah | Breaktime
Kolaborasi seru Ring of Fire Project, Soimah, Idang Rasidi, dan Alit
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dance Challenge #BabyShark, Konyol dan Seru!

Indra Lesmana juga menampilkan lagu Morning Bird yang merupakan lagu berdasarkan pengalaman hidupnya saat ia harus pindah ke Bali selama tiga tahun. Setelah selesai dengan sangat meneduhkan, para penggagas Jazz Gunung memberikan penghargaan Jazz Gunung Award pada almarhum Jack Lesmana yang tak lain adalah ayah dari Indra Lesmana.

Usai dibekukan oleh penampilan jazz swing dari Indra Lesmana, para penonton pun berhasil dihangatkan oleh kolaborasi dari Ring of Fire Project, Idang Rasidi, dan Soimah. Suhu di kawasan Bromo saat itu mencapai 14 derajat Celcius. Namun, Soimah dengan kelincahannya sanggup menghipnotis penonton dengan aksi panggungnya yang kocak. Lagu-lagu dangdut jazz ditampilkan dengan iringan musik khas Ring of Fire Project.

Di tengah penampilannya, Soimah membawakan lagu dangdut Jawa berjudul Sri Minggat dengan memberikan sedikit improvisasi cerita dalam lagu ini dan berkolaborasi dengan suara pas-pasan milik Alit. Sepanjang penampilannya, para penonton dibuat tak berhenti tertawa. 

Jazz Gunung 2017: Indra Lesmana Sampai Soimah | Breaktime
Menutup keseruan Jazz Gunung 2017 dengan lagu-lagu Glenn Fredly
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Trik Deteksi Garam yang Tercampur Pecahan Kaca

Sebelum menyanyikan lagu Sri Minggat, Soimah membuka penampilannya dengan Cintaku Woyo Woyo. Membuat tepuk tangan riuh penonton meramaikan panggung terbuka. Djaduk yang merupakan pentolan Ring of Fire Project juga memainkan lagu 17 Agustus sambil mengajak para penonton untuk berdiri.

Pagelaran Jazz Gunung 2017 hari kedua pun ditutup sangat hangat oleh Glenn Fredly. Sepanjang penampilannya, Glenn mengajak penonton untuk terus bergoyang. Ia tak menyanyikan lagu-lagu romantis dan galaunya. Glenn membawakan lagu-lagu seperti Rame-Rame, Kembali Ke Timur, Kisah Romantis, dan Cinta dan Rahasia. Glenn pun menutup penampilannya dengan lagu Hikayat Cinta.

Pagelaran Jazz Gunung 2017 selama dua hari ini benar-benar menghadirkan kualitas sound, lighting, dan guest stars yang sangat apik. Tak heran jika total dua ribu Jamaah Al-Jazziyah memadati kursi penonton panggung terbuka. Rencananya, tahun depan Jazz Gunung akan digelar selama tiga hari, sebagai perayaan satu dekade perjalanan mereka. 



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE