Google Doodle: Rayakan Ultah Kadal Raksasa | Breaktime
Google Doodle: Rayakan Ultah Kadal Raksasa
06.03.2017

Indonesia sepertinya tidak akan pernah kehabisan tempat wisata. Sejak dulu potensi wisata di Indonesia memang sudah tercium. Salah satunya adalah Pulau Komodo. Bahkan Google ikut merayakan hari ulang tahun Pulau Komodo yang ke 37 tahun. Pernahkah Anda pergi ke Pulau Komodo? Banyak yang bisa dikupas dari pulau yang satu ini.

Mengapa pulau ini dinamakan sebagai Pulau Komodo? Ini karena di sana merupakan habitat dari binatang yang merupakan spesies kadal terbesar, yaitu Komodo. Bukan hanya menjadi spesies kadal terbesar di dunia, komodo juga mampu mengkonsumsi makanan lebih dari 50% berat badannya dalam sekali makan.

Baca juga : SERUNYA PULAU UBUR-UBUR DI TAMAN NASIONAL KOMODO

Pulau Komodo atau yang lebih dikenal dengan Taman Nasional Komodo ini terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hewan yang satu ini termasuk sebagai binatang buas. Bukan hanya karena kemampuan memakan mangsanya tetapi juga mampu mencium mangsanya hingga jarak 10 km dengan lidahnya yang bercabang.

Binatang asli Indonesia ini memiliki ciri khas untuk mengetahui usianya. Komodo dewasa berwarna cokalt kusam, abu-abu gelap, atau kemerahan. Kalau komodo yang masih muda berwarna kehijauan dengan garis-garis kuning dan hitam. Ketika menangkap mangsanya, komodo akan bersembunyi dan kemudian menyergap, meskipun sumber makanannya adalah sebuah bangkai.

Google Doodle: Rayakan Ultah Kadal Raksasa | Breaktime
Komodo mampu mencium bau mangsanya hingga jarak 10 km

Sama halnya dengan binatang lainnya, komodo juga memiliki masa kawin selama bulan Juli dan Agustus. Pada bulan September, sang betina akan menggali tanah untuk menyimpan telur yang biasanya mencapai 30 butir. Telur-telur tersebut akan menetas setelah 8 bulan. Bayi komodo langsung dilepas induknya untuk hidup mandiri.

Tentu saja telur-telur tersebut diletakkan di habitat mereka. Berbicara tentang habitat, komodo mendiami beberapa pulau di Indonesia, seperti Pulau Komodo, Flores, Rinca, dan Padar. Habitat mereka terdiri dari hutan savana tropis, dataran rendah terbuka, pantai, dan sungai kering. Namun sayangnya sekarang ini, komodo termasuk salah satu binatang yang hampir punah. Sejak tahun 2000, di Pulau Padar sudah tidak ditemukan lagi biawak raksasa ini. Hal ini terjadi karena ulah para pemburu liar. Total populasi komodo di Indonesia sekarang hanya sekitar 2.500 ekor.

Baca juga : PERGI KE PULAU KOMODO? IKUTI TRAVEL GUIDE INI

Padahal komodo adalah salah satu hewan yang hanya bisa ditemui di Indonesia. Keistimewaan lainnya, meski tubuhnya pendek memanjang, komodo merupakan hewan dengan kecepatan berlari yang luar biasa, yaitu 20 km/jam. Jadi ketika Anda sedang mengunjungi Taman Nasional Komodo, Anda tetap harus berhati-hati. Breaktime juga punya tips untuk menghindar dari kejaran komodo.

Saat memasuki taman nasional, Anda harus berada dan berjalan dalam rombongan, karena ternyata komodo menyerang mangsa saat sedang sendirian. Lalu Anda juga harus selalu berada di dekat ranger atau pemandu. Mereka sudah berpengalaman dan terlatih untuk menghadapi komodo. Kalau dilihat, seorang ranger selalu dibekali dengan tongkat kayu yang ujungnya bercabang. Fungsinya ya untuk menghalau komodo yang mendekat pada pengunjung.

Google Doodle: Rayakan Ultah Kadal Raksasa | Breaktime
Habitat komodo salah satunya adalah pantai

Setiap kali berada di tempat wisata yang berhadapan langsung dengan fauna, Anda pasti akan diberitahu untuk tidak memberikan gerakan yang tiba-tiba. Hal ini juga berlaku saat Anda mengunjungi Taman Nasional Komodo. Kalau Anda lari, maka ini akan membuat komodo terpancing untuk mengejar Anda. Nah, kalau di kejar komodo, berlarilah secara zig-zag. Mengapa? Ini karena komodo tidak bisa lari secara zig-zag.

Saat berlari, carilah tempat yang tinggi. Bangunan di kawasan Taman Nasional Komodo biasanya dibangun seperti rumah panggung. Nah, komodo paling kesusahan ketika berlari secara zig-zag dan menaiki tangga. Tetapi tetaplah waspada karena komodo selalu berlindung di bawah bangunan. Tidak disarankan untuk naik pohon, karena komodo usia 1 – 2 tahun jago memanjat.

Baca juga : LIBURAN KE PULAU KOMODO, KUNJUNGI TEMPAT INI, YA?

Satu hal lagi, jangan berisik dan jangan menggunakan aroma parfum yang terlalu menyengat. Penciumannya yang tajam bisa memancing mereka untuk berburu. Bahkan komodo juga peka terhadap bau darah. Untuk perempuan yang sedang menstruasi sebaiknya lapor pada ranger.

Kalau sudah begini, kan Anda bisa dengan aman liburan ke Taman Nasional Komodo. Jangan lupa untuk selalu menjaga alam dan satwa khas Indonesia, terutama yang sudah mulai punah. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE