Google Doodle: Ekspedisi Kutub Utara Tanpa Luka | Breaktime
Google Doodle: Ekspedisi Kutub Utara Tanpa Luka
10.10.2017

Jika melihat ke belakang, terlalu banyak sosok yang berjasa dan tercatat dalam sejarah masa kini. Salah satunya adalah Fridtjof Nansen yang hidup pada era 1861 – 1930. Siapakah sosok Nansen? Di masa mudanya, Nansen adalah seorang pemain ski dan ice skater. Namun sekarang, Nansen tinggal nama yang menghiasi makam sederhana di taman yang sepi di Oslo. Tak ada tanggal tertulis pada batu nisannya. Hanya saja itu adalah tempat keabadian seorang hebat asal Norwegia. Prestasinya sangat luar biasa. Dia adalah penjelajah, penulis, atlet ski, ahli kelautan, dan peraih Nobel Pece Prize.

Bahkan bukan hanya itu, Nansen juga dikenal sebagai penyelamat ribuan nyawa pada Perang Dunia I. Ia juga termasuk seorang relawan kemanusiaan yang luar biasa. Bukan suatu kebetulan jika Google merayakan ulang tahun sang legenda dunia di usianya yang kini mencapai 156 tahun. Meski tak ada lagi raganya, prestasinya itulah yang akhirnya dikenang. Ingin tahu kisah lengkap sosok Nansen? Simak sama-sama yuk!

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Pernah Berpikir Bekerja Dengan Profesi Aneh Ini?

Ia memang dilahirkan dalam keluarga yang terkenal dengan catatan publik sangat baik. Bahkan nenek moyangnya juga selalu menyelidiki hal-hal yang tak diketahui oleh orang lain. Sampai akhirnya hasrat tersebut sampai pada Nansen. Sejak kecil, hidupnya sangat jauh dari kemiskinan yang menghantui pada masa itu. Ia juga merupakan sosok yang memiliki rasa ingin tahu besar sejak kecil. Itupun menjadi salah satu faktor mengapa dia sangat bertalenta.

Hingga pada tahun 1887, ia bertekad untuk menyeberangi kutub utara. Ia mulai mempersiapkan semua hal untuk perjalanannya itu. Nansen menyiapkan segala rencananya untuk menyeberang kutub utara dari timur. Kala itu, usianya baru menginjak 27 tahun dan ia sukses memimpin tim ekspedisinya tanpa kecelakaan. Padahal kawasan kutub utara saat itu belum ada seorang pun yang menginjakkan kaki ke sana.

Google Doodle: Ekspedisi Kutub Utara Tanpa Luka | Breaktime
Inilah sosok Fridtjof Nansen
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Generasi 90-an Pasti Ingat Sosok Ibu Ini!

Ekspedisi tersebut dilakukan oleh enam orang pada Juni 1888. Ekspedisi yang penuh drama itupun akhirnya berakhir pada akhir September. Ketika sampai di pantai barat, mereka pulang dengan membawa catatan tentang kondisi meteorologi dan fakta ilmiah penting lainnya.

Sayangnya, eksplorasi Fridtjof Nansen harus terhenti saat perang dunia I pecah pada tahun 1914. Profesinya pun berubah menjadi seorang relawan kemanusiaan. Pada dekade kedua abad 20, ketertarikannya juga berubah pada politik internasional dan isu-isu humanitarian. Ia selalu merasa iba dengan nasib tawanan dan para pengungsi perang.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Stay Updated dengan Berita Terbaru Hari Ini Yuk

Nansen pun berinisiatif mengadakan konferensi internasional di Jenewa untuk membuat dokumen perjalanan bagi pengungsi yang tidak punya kewarganegaraan agar bisa diterima di negara lain. Dokumen itu dikenal dengan nama Nansen Passport dan keabsahannya diakui oleh 52 negara di dunia.

Sebanyak 450.000 Nansen Passport dibagikan pada para pengungsi. Sempat terjadi masalah perang saudara di Rusia dan berimbas pada dicabutnya Nansen Passport tersebut. Namun PBB tetap memberikan dokumen pengganti pada para pengungsi. Usaha Nansen ini pun dihadiahi Nobel Perdamaian pada 1922. Semua jasanya yang tak bisa dibalas itupun membuat Nansen meninggal dengan tenang pada 13 Mei 1930. Selamat ulang tahun sang penjelajah dan penyelamat dunia! (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE