Astrofisikawan Yang Dilahirkan Jenius | Breaktime
Google Doodle: Astrofisikawan Yang Dilahirkan Jenius
19.10.2017

Beberapa hari terakhir ini, rasanya hampir setiap hari Google membuat doodle untuk tokoh-tokoh atau kejadian penting dalam sejarah. Hari ini, kembali lagi Google mempersembahkan sebuah doodle untuk seseorang yang sempat menggemparkan dunia astronomi. Ia adalah Subrahmanyan Chandrasekhar yang sekarang ini berulang tahun ke-107 tahun. Meski wujudnya sudah tiada, Chandrasekhar sangat dikenang karena teorinya tentang evolusi bintang. Sayangnya, sepanjang hidupnya sang astrofisika berdarah Indian-Amerika ini tidak terlalu diakui prestasinya.

Lahir di Labore pada tahun 1910, Chandrasekhar rupanya sudah ditakdirkan dalam lingkuan keluarga dengan intelektual tinggi. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat pintar dan cerdas. Pamannya, Sir CV Raman, juga pernah memenangkan Nobel Fisika di tahun 1930. Semua kecerdasan para pendahulunya pun menurun pada Chandrashekar yang juga pernah mendapat Nobel karena teorinya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Google Doodle: Saksi Bisu Musik Elektronik

Bagaimana tidak, Chandrasekhar telah menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Fisika di Presidency College di Madras, India. Tak berhenti sampai di situ, Chandrasekhar juga mendapat beasiswa dari pemerintah India untuk melanjutkan gelar masternya di University of Cambridge, Inggris. Sampai akhirnya, ia bekerja sebagai seorang peneliti di Universitas Cambridge dan membuat penemuan yang sangat signifikan yang dikenal dengan Chandrasekhar Limit.

Lebih dari 30 tahun kemudian, pada tahun 1966, penelitian ilmiah dengan komputer dan bom hidrogen memberi penghargaan pada perhitungan Chandrasekhar. Tentang black holes, yang menjadi pusat teori Chandrasekhar, diidentifikasi pada tahun 1972. Perhitungannya berkontribusi pada pemahaman supernova, bintang neutron, dan black holes.

Astrofisikawan Yang Dilahirkan Jenius | Breaktime
Subrahmanyan Chandrasekhar muda yang terlahir jenius
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Misteri Tersembunyi Di Balik Hal-Hal Sekitar Ini!

Pada tahun 1930an, para ilmuwan menyimpulkan bahwa semua bintang akan runtuh dan menjadi kecil berwarna putih setelah mereka mengubah hidrogen dan helium yang terkandung di dalamnya. Bintang kecil putih tersebut seukuran bumi, sangat padat dari kompresi elektron bintang dan nukleus.

Chandrasekhar juga membuktikan bahwa bintang tidak diciptakan sama. Beberapa bintang tidak berhenti berkontraksi pada suatu hari nanti. Bintang dengan massa 1,44 kali matahari akan terus berkontraksi. Angka itulah yang dikenal dengan Chandrasekhar Limit. Angka itulah yang digunakan untuk memahami bintang neutron dan apa yang menjadi penyebab supernova.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Menguak Sisi Lain Film Ringgo Agus Paling Hits

Bukan hanya itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa penelitiannya ini juga merujuk pada lubang hitam. Bintang dengan massa lebih besar dari matahari akan terus berkontraksi hingga menciptakan supernova. Nah, untuk bintang-bintang yang memiliki massa lebih banyak, kontraksinya akan berlanjut dan diperkirakan membentuk lubang hitam atau black holes itu sendiri.

Berkat teori ajaibnya itulah, Chandrasekhar menjadi astrofisikawan yang dihadiahi Nobel. Penghargaan tersebut ia terima pada tahun 1983. Di tahun 1995, menjadi detik-detik ia harus menghadap Tuhan. Chandrasekhar meninggal karena serangan jantung mendadak di University of Chicago Hospital. Chandrasekhar memang seorang matematikawan terapan klasik yang penelitiannya diterapkan dalam ilmu astronomi dan wujudnya tak akan pernah terlihat lagi. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE