Fakta-Fakta Seputar Aksi Demo 212 | Breaktime
Fakta-Fakta Seputar Aksi Demo 212
02.12.2016

Hari ini seluruh mata rakyat Indonesia tertuju pada kota Jakarta. Karena pada tanggal 2 Desember 2016 beberapa anggota ormas Islam mengadakan aksi demonstrasi jilid II yang bertajuk Aksi Bela Islam II dalam rangka menyuarakan tuntutan mereka agar Polri menahan gubernur non-aktif yaitu bapak Basuki Tjahja Purnomo atau Ahok atas tuduhan menistakan agama. Dalam aksi ini, terdapat beberapa fakta-fakta menarik yang sayang sekali jika Anda lewatkan.

Salah satu fakta yang menarik adalah motor penggerak demo 212 yaitu Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Utama Indonesia (GNPF MUI) sempat melakukan perundingan dengan pihak kepolisian dan mencapai kesepakatan bersama bahwa demo kali ini akan diubah menjadi aksi super damai yang diisi dengan kegiatan keagamaan, salah satunya adalah dengan shalat Jumat berjamaah di Lapangan Monas.

Fakta-Fakta Seputar Aksi Demo 212 | Breaktime
Beberapa partisipan demo berarak mengenakan jubah putih

Tidak hanya masyarakat Indonesia, aksi kali ini pun meraih perhatian dari para media massa internasional, seperti Reuters, The Stait Times, Channel News Asia, serta Bangkok Post dan Bloomberg yang masing-masing mengulas mengenai alur aksi demo beserta dengan peringatan kepada para warga negara masing-masing yang tinggal di Jakarta agar menjauh dari lokasi demo.

Terlepas dari antusiasme partisipan demo serta perhatian media, beberapa pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyuarakan kekhawatirannya melalui pernyataan ketua dari Apindo yaitu Bapak Antonius Joenoes Supit bahwa aktivitas demo 212 memiliki potensi mengganggu iklim investasi. Para investor sangatlah mengandalkan keadaan kepastian hukum dari sebuah negara, dan jika terjadi demo-demo yang dinilai tidak menghormati hukum maka para investor akan mengurungkan niat untuk berinvestasi di Indonesia, dan hal tersebut dapat berdampak buruk bagi keadaan finansial negara yang juga dapat berimbas pada kesejahteraan rakyat.

Terlepas dari kontroversinya, tentu Anda dan seluruh masyarakat Indonesia mengharapkan aksi kali ini berlangsung dengan damai tanpa menimbulkan gejolak ricuh. Dan semoga saja seluruh pihak dapat legowo dan menghormati keputusan dari pengadilan dan lebih berfokus untuk menjaga ketahanan NKRI.  Karena terlepas dari segala perbedaan pendapat, suku, ras, serta agama, masyarakat Indonesia adalah satu. Bukankah begitu?



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE