Di Balik Film Adaptasi Cinderella 1997 | Breaktime
Di Balik Film Adaptasi Cinderella 1997
08.11.2017

Bagi setiap anak perempuan, film Cinderella adalah bagian dari masa kecil yang tidak terlupakan. Kisah seorang gadis yang dengan ketabahan dan kebaikan hatinya berhasil mendapatkan kebahagiaan dengan bertemu Prince Charming benar-benar merasuk ke dalam hati setiap anak perempuan di tiap generasi, yang kemudian membuat mereka juga ingin menjadi Cinderella.

Dan karena kekaguman kita terhadap karakter Cinderella ini, sangatlah masuk akal jika kita menginginkan image seorang Cinderella yang relatable. Dan kalau boleh jujur, dari kesemua film adaptasi Cinderella yang beredar dari tahun  ke tahun hanya ada satu film remake yang berhasil menarik perhatian BreakTime, yaitu drama musikal Cinderella yang ditayangkan di tahun 1997. It might be old but it’s always golden. Dan inilah 2 alasan kenapa film Cinderella 1997 pantas dinobatkan sebagai film Cinderella terbaik sepanjang masa.

Keberagaman Karakter

Satu hal yang paling outstanding dari film Cinderella ini adalah film ini merefleksikan keberagaman ras di dalam pemilihan karakternya. Di film ini image seorang Cinderella yang biasanya digambarkan sebagai seorang gadis ras Kaukasia berkulit putih dan berambut pirang, digantikan dengan seorang gadis dengan kulit gelap dengan rambut hitam dan penuh kepangan (Brandy Norwood). Bahkan penyanyi legendaris Whitney Houston didapuk menjadi tokoh ibu peri.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Paulo Coelho: Rumah Sakit Jiwa & Penulis Ternama

Tak hanya itu, tokoh pangeran dan keluarga Kerajaan pun tak lepas dari pergantian image. Sang pangeran (Paulo Montalban) diperankan oleh aktor berdarah Filipina dengan ibu seorang ratu berdarah Afrika (Whoopi Goldberg)  dan raja yang berkulit putih (Victor Garber). Bahkan kedua saudara tiri Cinderella juga digambarkan memiliki ras yang berbeda. It’s so full of diversity and it’s great. Film ini seakan ingin memberikan pesan moral bahwa perbedaan ras adalah suatu hal yang harus dirayakan bukannya dimusuhi, and interracial love is still love

Di Balik Film Adaptasi Cinderella 1997 | Breaktime
Cinderella ajarkan moral yang wajib dianut perempuan

Ketegasan Seorang Cinderella

Jika di film animasi Disney sebelumnya Cinderella digambarkan sebagai seorang gadis pemimpi yang  jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sang pangeran, bersiaplah untuk mendapatkan kejutan manis saat menonton film adaptasi ini. Apalagi, jika Anda merupakan penggiat feminisme. Because this Cinderella has a personality all women must have.

Alih-alih menunggu sang pangeran menyelamatkannya, Cinderella di dalam film ini digambarkan sebagai seseorang yang memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin ia lakukan di masa depan. Ia juga seseorang yang berpendirian, ia tahu benar cara memegang teguh prinsip hidupnya tersebut, dan dia tidak ragu untuk menegaskannya pada orang lain. Dan bahkan ketika ia bertemu dengan sang pangeran, ia mampu menegaskan prinsip hidupnya pada pujaan hatinya. Salah satu contohnya bisa Anda lihat pada dialog berikut ini:

“Cinderella : Aku meragukan bahwa ia tahu caranya memperlakukan seorang perempuan

Pangeran Christopher : Aku rasa, seperti seorang puteri raja.

Cinderella : Tidak, seperti seorang manusia. Ia harus memperlakukannya dengan baik dan penuh rasa hormat. “

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Be Smarter dengan Beragam Hobi Kaya Manfaat

Di dalam film ini, sang pangeran mengatakan bahwa cara yang tepat untuk memperlakukan seorang perempuan adalah seperti seorang puteri raja. Diperlakukan seperti seorang puteri raja adalah impian dari kebanyakan perempuan. Tapi tidak demikian dengan Cinderella. Ia menegaskan pada sang pangeran bahwa seorang perempuan, terlepas dari statusnya sebagia puteri raja, adalah seorang manusia. Dan ia berhak diperlakukan dengan penuh rasa hormat, bukan sebagai suatu posession yang harus dijaga dan disimpan baik-baik.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Highlight Gelaran Festival Film Bandung 2017

Buat B’Timers yang belum menonton, BreakTime sarankan untuk segera menonton film ini, deh. Dijamin tak akan menyesal. (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE