Biografi Joey Alexander Tampil di Grammy 2016 | Breaktime
Biografi Joey Alexander yang Tampil di Grammy 2016
23.02.2016

Nama Indonesia kian harum di kancah internasional. Selain aktor-aktor yang mulai berkarir di perfilman Hollywood, satu nama lagi muncul sebagai penambah nilai positif Nusantara di mata dunia. Adalah Joey Alexander, seorang pianis cilik beraliran jazz yang menjadi nominator termuda di Grammy Awards 2016 dan membuat Indonesia mengharu biru karenanya. Kini kita akan mengulas biografi Joey Alexander.

Pianis bernama asli Joey Alexander Sila sukses tampil di panggung utama Grammy ke-58 dengan membawakan alunan musik jazz yang membuai. Disaksikan banyak tokoh-tokoh papan atas Amerika dan seluruh dunia, Joey tampil memukau dan membius para hadirin. Tak heran jika di akhir penampilan ribuan pasang mata lantas berdiri memberikan standing applause yang meriah untuk memberi penghargaan dan pujian.

Riwayat dan perjalanan Joey  di blantika musik internasional

Pianis berusia 12 tahun ini lahir di Denpasar, Bali 2003 silam. Sejak usia masih sangat muda, yakni 7 tahun, putra pasangan Denny Sila dan Farah Leonora Urbach tersebut sudah menguasai teknik permainan piano dan improvisasi yang dinilai penting dalam musik jazz. Rupanya, bakat bermusik Joey ini menurun dari orang tuanya. Meski ayah Joey hanya musisi amatir, kedua orang tuanya adalah penggemar musik jazz.

Biografi Joey Alexander Tampil di Grammy 2016 | Breaktime
Joey pernah main di Jam Session

Tidak adanya kursus piano jazz formal di kampung halamannya membuat Joey dan keluarganya pindah dan menetap di Jakarta. Hal itu juga mewarnai biografi Joey Alexander. Alhasil, Denny dan Farah terpaksa harus menutup bisnis wisatanya hanya demi sang anak lebih dekat dengan musisi jazz papan atas Indonesia. Benar saja, Joey direkrut bergabung dengan Hancock pada usia 8 tahun saat mengunjungi Jakarta sebagai duta UNESCO. Sebelumnya, ia bermain dengan Jam Session bersama musisi berpengalaman di Bali dan Jakarta.

Di tahun 2013 saat usia Joey menginjak 9 tahun, ia mengikuti kompetisi pianis Master-Jam Fest yang digelar di Ukraina. Kompetisi tersebut diikuti oleh 43 musisi dari 17 negara dan Joey sukses meraih Grand Prix yang merupakan pemenang tertinggi di kompetisi tersebut. Akhirnya, keluarganya memutuskan pindah dan menetap di New York pada tahun 2014.

Joey Alexander tampil di Grammy 2016

Bakat Joey ditemukan oleh seorang pemain terompet jazz, Wynton Marsalis, yang juga seorang direktur seni Jazz at Lincoln Center. Marsalis bahkan menulis di akun Facebook-nya bahwa Joey adalah jagoannya. Hingga akhirnya, Marsalis mengundang Joey ke gala malam Mei 2014 yang merupakan hari debut Joey di Amerika Serikat.

Pengalaman pertamanya tampil di Amerika tersebut akhirnya menggiring Joey menghadiri dan memamerkan bakat jeniusnya di berbagai acara besar seperti di Apollo Theatre, Julliard School dan lain-lain. Nama Joey disejajarkan dengan musisi jazz papan atas dan membuatnya dinominasikan dalam ajang penghargaan bergengsi di 58th Grammy Awards 2016 di dua kategori yaitu Instrumental Jazz Album dan Best Improvized Jazz Solo. Meski tidak keluar sebagai pemenang, Indonesia tetap bangga dengan prestasi gilang gemilangnya.

Selain biografi Joey Alexander, saksikan juga penampilan Joey di Grammy 2016 berikut ini. (nap)

Share This Article