Perlawanan Pemuda yang Mengubah Dunia | Breaktime
Beyond Malala: Perlawanan Pemuda yang Mengubah Dunia
12.08.2017

Selamat Hari Pemuda Internasional ya, B’timers! Masih ingat Malala Yousafzai? Gadis asal Pakistan yang kini berusia 20 tahun tersebut merupakan korban penembakan prajurit Taliban karena keberaniannya menyuarakan sulitnya akses pendidikan perempuan di bawah rezim Taliban. Pada tahun 2014, Malala mendapatkan anugerah Nobel Perdamaian dan menginspirasi dunia mengenai pentingnya pendidikan dan perjuangan hak perempuan. Selain Malala, siapa saja sih pemuda yang telah menginspirasi dunia dengan perlawanan dan keberaniannya?

Saffiyah Khan

Pemudi asal Birmingham, Inggris ini terkenal setelah foto yang memuat wajahnya viral di media sosial. Foto yang dibidik fotografer Press Association Joe Giddens tersebut menampakkan Saffiyah Khan yang sedang tersenyum menghadapi teriakan penuh amarah Ian Crossland, pimpinan English Defence League yang tengah mengadakan protes di pusat kota Birmingham pada Sabtu, 8 April 2017 kemarin, dalam rangka melawan arus masuknya imgran Muslim ke Inggris. Insiden tersebut bermula ketika grup protes EDL mengerumuni Saira Zafar setelah dia menyebut EDL sebagai kelompok Islamophobic. Gerombolan demonstran yang mengelilingi Saira tersebut meneriakinya sebagai “not English” dan menyuruhnya untuk kembali ke negara asalnya. Saffiyah, yang juga memiliki darah Bosnia dan Pakistan, tidak terima bahwa ada orang yang terancam keselamatannya di kotanya sendiri. Setelah gambar dirinya mendunia, Saffiyah berharap dirinya mampu menjadi inspirasi para pemuda untuk melawan rasisme di Inggris.

Lucie Myslikova

Perlawanan Pemuda yang Mengubah Dunia | Breaktime
Lucie Myslikova di hadapan demonstran neo-Nazi di Ceko

Gadis berusia 16 tahun ini merupakan seorang anggota Pramuka asal Ceko yang dipotret tengah mengkonfrontasi grup demonstran neo-Nazi dengan senyum dan ekspresi tenang. Demonstrasi kelompok neo-Nazi pada perayaan May-Day tersebut berbenturan dengan contra-protesters yang juga beranggotakan Lucie tersebut. Demonstran yang berhadapan dengan Lucie tersebut mengancam bahwa dia kelak akan diperkosa oleh para imigran yang dibelanya. Lucie mengatakan bahwa sudah saatnya anak muda seperti dirinya turun ke jalan dan tidak lagi mengandalkan orang tua untuk memperjuangkan

perubahan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sosok Lain Mendiang Robert Hardy Sang Menteri Sihir

Zhan Haite

Nama pemudi asal Cina berusia 19 tahun ini mulai viral sejak menentang kebijakan rezim pemerintah di negaranya, the hukou. Kebijakan tersebut mewajibkan warga untuk memiliki ikatan birokratis dengan daerah asalnya sehingga tidak memungkinkan warga dari daerah terpencil untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, seperti akses pendidikan. Setelah bersekolah di Shanghai sejak dini, Zhan dilarang mengikuti tes masuk sekolah menengah setempat dan wajib kembali ke desa asalnya. Alih-alih menurut, Zhan mengorganisir unjuk rasa di hadapan gedung dinas pendidikan Shanghai dan mengunggah berbagai pesan inspiratif secara online. Dampaknya, keluarganya diusir dari Shanghai dan ayahnya pun dipenjara. Tak menyerah begitu saja, Zhan semakin lantang bersuara hingga diminta menuliskan protesnya dalam kolom harian China Daily. Zhan berargumen bahwa memperjuangkan hak pribadi merupakan bagian dari memperjuangkan kebebasan suatu bangsa.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Siapa Sangka Miss Universe Ini Seorang Pilot!

RaSia Khepra

Aktivisme RaSia terinspirasi oleh sahabatnya, Hadiya Pendleton tewas dalam random attack setelah berbicara mengenai gun violence di inaugurasi Presiden Barack Obama. RaSia pun melanjutkan perjuangan sahabatnya dengan sesama pemuda Chicago lainnya untuk menciptakan gun violence awareness dalam kampanye bertajuk Project Orange Tree. Acapkali ditulis media sebagai bagian dari pertikaian antar geng, RaSia menyatakan bahwa gun violence merupakan masalah yang lebih besar cakupannya dari itu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Sisi Lain Pendiri Amazon, Selain Jadi Terkaya

Tsamara Amany Alatas

Tak hanya di mancanegara, Indonesia juga punya pemuda yang belakangan ini namanya mencuat di media sosial : Tsamara Amany Alatas. Berusia 21 tahun dan masih kuliah Ilmu Komunikasi Semester 6 di Universitas Paramadina, Tsamara mulai tenar di jagad maya sejak insiden twitwar dengan Fahri Hamzah. Politikus PKS tersebut terang-terangan mendukung Hak Angket KPK, yang dikritik Tsamara sebagai upaya melemahkan kuasa KPK dalam memberantas korupsi. Tak hanya teori, Tsamara rupanya pernah menjalani magang di kantor Gubernur Jakarta pada masa pemerintahan Ahok. Sejak itu, Tsamara bercita-cita menjadi Gubernur Jakarta. Tidak sekedar berkicau di Twitter, Tsamara menuangkan gagasannya di kancah politik praktis melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Meski banyak diejek “anak bau kencur,” Tsamara menyatakan bahwa untuk menggantikan para anggota DPR yang cara kerjanya tak lagi oke, tidak ada cara selain para anak muda idealis seperti dirinya untuk terjun ke politik.

Nah, B’timers, itu tadi beberapa nama pemuda yang telah memukau dunia dengan perjuangannya. Jika Malala menginspirasi dengan perkataan “one book, one pen, one child, and one teacher can change the world,” hal apa yang Anda lakukan sebagai pemuda untuk menginspirasi lingkungan sekitar Anda? (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE