Berbagai Hukuman Mati Tersadis di Seluruh Dunia | Breaktime
Berbagai Hukuman Mati Tersadis di Seluruh Dunia
20.09.2017

Tindak kejahatan tidak bisa dipungkiri keberadaannya sepanjang peradaban manusia. Mulai dari kebutuhan untuk bertahan hidup, seperti mencuri dan merampok, hingga kejahatan murni akibat sifat disarm manusia seperti pembunuhan. Meski saat ini eksekusi mati mulai banyak diprotes karena dianggap tidak berperikemanusiaan, sejarah mencatat bahwa eksekusi mati tidak bisa sepenuhnya dihindari. Berbagai jenis eksekusi mati di dunia modern telah dirumuskan secara khusus dan masing-masing diakui sebagai hukuman mati yang paling manusiawi karena prosesnya yang cepat dan hampir tidak memberikan rasa sakit sama sekali. Tapi tahukah Anda bahwa pada zaman dahulu, kebanyakan hukuman mati dipertontonkan di depan khalayak ramai dan dilakukan sesadis mungkin?

Berbagai jenis hukuman mati yang paling kejam berasal dari Eropa di masa Abad Pertengahan. Periode tersebut dikatakan juga sebagai zaman tergelap sepanjang peradaban manusia karena kekerasan secara tak segan dilakukan di depan umum, salah satunya dengan menyiksa para narapidana sebagai efek jera bagi masyarakat yang diminta untuk menyaksikannya. Salah satu hukuman yang tergolong kejam ialah dengan cara merebus tahanan hidup-hidup. Setelah ditelanjangi, tahanan tersebut akan didudukkan di dalam kuali berisi cairan mendidih, bisa berupa air biasa, cairan asam, hingga minyak panas. Kuali tersebut sebelumnya telah diletakkan di atas tumpukan kayu bakar untuk merebus cairan dan manusia tersebut hingga mati. Eksekusi mati yang satu ini tergolong kejam karena bertujuan memisahkan kulit dan otot si pelaku kriminal hingga mati secara perlahan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Terkuak Arti Kode Rahasia Video Klip Taylor Swift!

Hukuman mati selanjutnya yang tak kalah sadis ialah penyiksaan dengan menggunakan tikus. Metode ini cukup populer digunakan pada masa Elizabethan di Inggris Raya oleh umat Katolik Roma. Sesuai namanya, penyiksaan tikus dilakukan dengan menggunakan tikus hidup. Teknik penyiksaan yang satu ini cukup mudah untuk dilaksanakan, yakni hanya membutuhkan kandang berisi tikus yang ditangkupkan di atas narapidana mati yang telah diikat di atas papan. Eksekusi ini dimulai begitu sang tikus merasa marah karena adanya arang panas yang diletakkan di atas kandang. Sebagai upaya meloloskan diri, tikus tersebut tak punya cara selain menuruti insting ilmiahnya untuk mencari jalan keluar yakni dengan menggerogoti tubuh sang tahanan. Eksekusi ini cukup menyiksa karena tikus akan dibiarkan menggerogoti tubuh manusia tersebut hingga mati.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Kontroversi Presiden Melayu Pertama Singapura

Tak hanya Eropa, Cina juga memiliki hukuman mati yang tak kalah kejam yakni metode eksekusi lingchi. Secara harfiah, kata tersebut berarti “kematian dari seribu potongan.” Teknik eksekusi mati yang banyak dipraktikkan sekitar tahun 900 Masehi oleh orang Tionghoa ini tergolong sebagai salah satu hukuman mati yang paling biadab. Teknik penyiksaan yang satu ini melibatkan cukup banyak orang untuk mengiris-iris anggota tubuh pelaku kejahatan yang sebelumnya telah diikat di tiang hukuman. Begitu tahanan tersebut pingsan karena kehabisan darah, eksekutor akan melakukan sentuhan akhir dengan cara menusuk jantung dan hati. Selain diiris dan dipotong, kepala narapidana juga akan dipotong.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Google Doodle : Siapa Sosok Penulis Kamus Inggris?

Jenis hukuman mati yang juga mengandalkan metode penyiksaan perlahan selanjutnya ialah playing atau pengulitan. Sesuai namanya, pelaku kejahatan akan disiksa dengan cara dikuliti secara perlahan di sekujur tubuhnya hingga mati. Setelah diikat di meja hukuman hingga tak berdaya, korban eksekusi mati akan dikuliti di berbagai bagiantubuh oleh beberapa eksekutor secara langsung. Metode hukuman mati ini awalnya banyak dilakukan di Timur Tengah dan Afrika, hingga kemudian menyebar dan populer di Eropa pada Abad Pertengahan. Selain dipertontonkan di depan umum untuk menebarkan rasa takut, para eksekutor juga menaburkan garam di sekujur tubuh pelaku kejahatan sembari dilakukannya pengulitan agar meningkatkan intensitas rasa sakit, hingga sang tahanan mati perlahan akibat kehabisan darah.

Berbagai Hukuman Mati Tersadis di Seluruh Dunia | Breaktime
Salah satu peninggalan sejarah Brazen Bull yang kini jadi koleksi museum

Terakhir, terdapat juga hukuman mati dengan menggunakan alat Brazen Bull yang tak kalah sadis. Disebut juga dengan Sicilian Bull, metode penyiksaan ini diciptakan pertama kali di Athena, Yunani kuno pada tahun 560 sebelum Masehi. Alih-alih menggunakan banteng sungguhan, dibuatlah patung banteng berongga dari bahan perunggu yang terkenal dapat menyalurkan panas dengan cepat. Di salh satu sisi perut si patung banteng, terdapat semacam pintu untuk memasukkan narapidana mati dan mengurungnya di dalam patung banteng. Selama proses eksekusi, patung banteng tersebut akan diletakkan di atas api hingga membunuh sang tahanan perlahan. Kejamnya lagi, di bagian kepala banteng terdapat semacam sistem pipa yang berfungsi menggemakan suara jeritan tersiksa sang narapidana hingga menyerupai lolongan banteng yang mengamuk.

Meski jelas menyisakan efek jera, nyatanya berbagai jenis hukuman mati tersebut tak membuat banyak kriminal mengurungkan niatnya untuk berbuat kejahatan, hingga kini banyak dihapuskan karena dinyatakan tak manusiawi. (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE