7 Fakta Unik Tentang Kolonel Sanders Pendiri KFC | Breaktime
7 Fakta Unik Tentang Kolonel Sanders Pendiri KFC
28.01.2016
“His fried chicken recipe was rejected 1,009 times before a restaurant accepted it.”- Evan Carmichael

Saat perut begitu lapar dan ingin menyantap sesuatu yang kriuk, menu Kentucky Fried Chicken alias KFC memang sering jadi andalan. Kebaradaan fastfood inipun memang tergolong melegenda dan bisa ditemukan di mana saja. Namun, tahukah B’timers kisah unik dan ekslusif di balik kesuksesan Kolonel Sanders sang pendiri KFC sebelum sukses seperti sekarang? Nah, Breaktime hadirkan informasinya untuk Anda.

Bukan seorang tentara

Pria bernama lengkap Harland David Sanders ini memang menyandang gelar kolonel. Namun, ia bukanlah kalangan veteran perang atau purnawirawan tentara Amerika Serikat. Gelar tersebut diberikan Gubernur Lawrence Wetherby untuk mengikat Sanders sebagai abdi negara dan ia pun tak menerima gaji selama memakai gelar tersebut.

Hidup penuh kegagalan

Saat usia 6 tahun, ayah Sanders meninggal dunia dan ibunya menikah lagi dengan pria yang tak disukainya. Ia pun memutuskan pergi meninggalkan rumah. Ia mulai bekerja serabutan sebagai pemadam kebakaran sampai salesman asuransi.

Saat dewasa, ia menikah sengan seorang gadis pujaan hatinya. Sayangnya, ia ditinggalkan sang istri karena terlibat kasus penipuan. Setelahnya, ia bekerja di tempat baru dan harus mengalami pemecatan karena berkelahi dengan kliennya sendiri.

Resep ayamnya ditolak hingga 1009 kali

Kutipan Evan Carmichael bahwa resep ayam goreng Kolonel Sanders pernah ditolak hingga 1009 kali bukanlah gosip. Maklum saja, masyarakat Kentucky lebih menyukai daging ham atau steak. Wah, sungguh berat sekali perjuangan Kolonel Sanders ya, B’timers?

7 Fakta Unik Tentang Kolonel Sanders Pendiri KFC | Breaktime
Sosok Kolonel Harland David Sanders

Berjualan ayam goreng di pom bensin

Di tahun 1930, ia mulai menyajikan makanan pada sopir truk yang ada di pom bensin. Namun, ayam goreng tidak masuk dalam daftar menu karena persiapan memasaknya tergolong lama. Tetapi, tak lama ia mulai membuka Sanders’ Cafe di seberang jalan dan mulai menyajikan menu ayam goreng. Di tahun 1939 ayam tersebut diolah dengan pressure cookers untuk mempercepat kematangan dan diolah dengan 11 bumbu rempah rahasia.

Menjual restoran sendiri

Aneh tapi nyata, meski restauran Kolonel Sanders maju pesat, tapi ia malah menjual KFC dengan harga USD 2 juta atau kurang lebih Rp 27 miliar dan tetap menerima gaji tahunan sebanyak USD 40.000 atau sebesar Rp 548 juta. Ia mengaku sangat tertekan dengan bisnisnya dan akhirnya memutuskan untuk menjual KFC.

Memaki restoran sendiri

Usai menjual KFC, pemilik baru KFC tetap menggunakan citra perusahaan yang ada dengan mengangkat kolonel Sanders sebagai duta perusahaan. Maka ia pun rela berkeliling ke seluruh negeri Amerika untuk mencicipi ayam goreng yang diproduksi di setiap restoran KFC. Bila rasanya tak sesuai dengan seleranya, ia tak ragu memaki atau menyumpah serapah restorannya sendiri.

Bikin restoran tandingan KFC

Rasa tidak puas karena kualitas makanan yang dihasilkan oleh KFC yang telah dijualnya itu bikin Kolonel Sanders geram. Ia pun nekat membangun restoran tandingan yang diberi nama “The Colonel’s Lady.” Tapi tentu saja, KFC menggugat Kolonel Sanders sehingga restoran tersebut dijualnya pada orang lain dan lebih dikenal sebagai “Claudia Sanders Dinner House.”

See? Ternyata dibalik ketenaran sosok kakek berjas putih tersebut terselip banyak sekali perjuangan hidup yang tak main-main. Dan begitulah dunia bisnis, B’timers. Anda harus siap jatuh bangun merasakan banyak momen kurang bersahabat demi sesuatu yang lebih indah di masa depan. (vsc)

Share This Article

Tagging: