4 Lagu Natal Punya Sejarah Kelam di Baliknya | Breaktime
4 Lagu Natal yang Ternyata Punya Sejarah Kelam di Baliknya
13.12.2015

Yuhuu! Christmas is almost there! Ya, Natal hampir tiba. Dan sejak akhir bulan lalu, banyak pusat perbelanjaan yang sudah memajang hiasan khas Natal. Pohon cemara dengan salju tiruannya, manusia salju di samping Santa Klaus, dan tak ketinggalan kue jahe serta permen dengan berbagai bentuk.

Selama ini kita mengenal Natal sebagai perayaan yang dipenuhi suka cita. Bahkan dari lagu-lagu yang diputar di sejumlah radio atau di rumah-rumah, juga bertemakan kebahagiaan menyambut hari lahirnya sang juru damai. Tapi, tahukan Anda bahwa beberapa lagu Natal menyimpan rahasia kelam di baliknya?

  • The Conventry Carols

Lagu berjudul asli The Conventry Carols ini merupakan bukti bahwa tidak semua lagu Natal memiliki sejarah yang manis. Untuk mengingatnya, kita diajak kembali ke era pra-modern di Inggris. Lagu ini dibuat pada masa Perang Dunia II. Dan lagu ini sering diputar untuk menghibur para orang tua korban pembantaian oleh tentara Nazi. Yang lebih mengenaskan, semua korban di sana merupakan anak-anak.

  • Down In Yon Forest (The Corpus Christy Carol)

Dengan lirik yang ceria, lagu ini identik dengan kegembiraan menyambut Natal. Tapi, di abad ke-15, kita mengingat kembali tentang pengorbanan yang dilakukan Yesus dan bagaimana dia mengalirkan darah dari tulang. Pendapat lain mengatakan, lagu tersebut tentang legenda King Arthur untuk melindungi Kuburan Suci yang berakhir dengan malam berdarah.

4 Lagu Natal Punya Sejarah Kelam di Baliknya | Breaktime
Lagu Natal biasanya memiliki lirik yang ceria
  • Es Ist Fuer Uns Eine Zeit Gekommen (Ontu Us The Time Has Come)

Satu lagu Natal yang berasal dari Jerman, menceritakan tentang kelahiran Yesus. Tapi sebenarnya lagu tersebut dibuat oleh tentara Nazi yang terlibat perang untuk menghabisi semua keturunan Yahudi dan menghapus perayaan Natal dari kalender.

  • The Christmas Carol

Lagu ini sebenarnya bukan merupakan lagu bertema Natal, melainkan lagu untuk merayakan Winter Solstice pada 22 Desember yang dilakukan oleh para penganut kepercayaan paganism.

Well B’timers, setelah mengetahui beberapa makna di balik lagu-lagu Natal yang sering Anda dengar ternyata menyimpan masa lalu yang gelap, dijamin mulai sekarang Anda akan merinding setiap mendengarkannya di malam Natal. (no)

Share This Article