Warkop DKI Reborn Part 2 Nostalgia Penuh Kejutan | Breaktime
Warkop DKI Reborn Part 2: Nostalgia Penuh Kejutan
05.09.2017

Belakangan ini, tren memecah film menjadi 2 bagian mulai populer di kalangan rumah produksi. Beberapa film Hollywood seperti Harry Potter and the Deathly Hallows dan Hunger Games: Mockingjay jelas membutuhkan pembagian semacam itu karena alur yang kompleks dan durasi film layar lebar yang tidak mencukupi untuk menggambarkan seluruh konflik utama. Bagaimana jika pembagian tersebut hanya merupakan upaya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin? Itulah hal yang terjadi pada film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!.

Film yang diarahkan oleh sutradara Anggy Umbara ini merupakan kali kedua rumah produksi Falcon Pictures membagi film menjadi 2 bagian, setelah keputusan kurang bijak untuk Comic 8: Casino Kings. Apabila Comic 8 pada dasarnya tidak perlu dibagi 2 karena plot film yang sama sekali jauh dari kompleks sehingga tidak membutuhkan durasi lebih, apa yang terjadi pada Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 kali ini?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Nonton Film Online, Hanya Di sini!

Mulai ditayangkan serempak di berbagai bioskop di Indonesia hingga beberapa negara Asia seperti Malaysia sejak 31 Agustus 2017 silam, film ini sebenarnya mendapatkan sambutan yang cukup heboh dari kalangan penikmat bioskop di Indonesia. Setelah menggemparkan rekor perfilman Indonesia dengan film bagian pertama yang disaksikan oleh 270 ribu penonton pada hari pertama tayang, film bagian kedua kali ini disaksikan oleh lebih banyak penonton, yakni tepatnya sebanyak 300 ribu penonton.

Itu baru pada 31 Agustus saja, apalagi film bagian 2 tersebut masih tayang hingga saat ini dan banyak bioskop yang membuka lebih banyak studio untuk film tersebut. Beberapa bioskop seperti Cinema 21 Pondok Gede dan Tasik bahkan menyediakan seluruh studionya secara khusus untuk film ini saja. Benarkah film Warkop DKI Reborn bagian kedua ini memang sedemikian berkualitas hingga mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari penonton?

Mayoritas penonton mengaku bahwa film bagian kedua ini memang jauh lebih lucu daripada film pertama, terutama dengan banyaknya misteri di film pertama yang mulai terjawab. Alur yang sedikit kacau di film pertama akhirnya mulai jelas terbaca ke mana arahnya, tentu saja dengan plot yang lebih berkembang serta semakin banyak karakter yang muncul. Keunikan lainnya yang kental terasa dalam film kedua kali ini ialah, seperti pada film pertama, penggunaan color grading yang khas dengan candy pop color palette yang sukses menciptakan kesan bahwa Warkop DKI Reborn ini benar-benar merupakan film vintage. Kelebihan lainnya dari film sekuel kali ini ialah banyaknya joke yang lebih segar dan mengocok perut yang ditawarkan dalam Warkop DKI Reborn Part 2

Warkop DKI Reborn Part 2 Nostalgia Penuh Kejutan | Breaktime
Penggunaan color grading khas dalam film ini berhasil menciptakan kesan jadul
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Formula Baru Film Action dalam Unlocked

Berbeda dengan film bagian pertama yang mengeksploitasi bahan bercandaan dari Internet yang terkesan garing, film bagian kedua ini lebih berani dengan mengadaptasi beberapa guyonan klasik ala Warkop dari versi orisinil IQ Jongkok dan Setan Kredit yang dijamin bakal memuaskan kerinduan para penggemar film Warkop lawas. Penonton dari generasi lebih muda yang tak familiar dengan trio Warkop asli yang terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro juga akan dibuat terkagum dengan banyaknya jokes yang mengusung tema Breaking the 4th Wall.

Salah satu unsur khas film modern tersebut ialah ketika terjadi interaksi langsung antara karakter film dengan penonton, misalnya ketika para pemain sadar bahwa mereka sedang menjadi bagian dalam sebuah film atau ketika para trio Warkop modern ini menyalahkan sutradara atas berbagai kesialan yang mereka alami.

Trio Warkop modern tersebut masih sama seperti film pertama, yakni Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Indro. Tak lupa muncul juga Indro asli sebagai cameo halusinasi Tora Sudiro, yang sayangnya tidak berperan sebaik di film bagian pertama. Kelemahan lainnya dalam film bagian kedua ini ialah penggunaan humor Breaking the 4th Wall yang terkesan berlebihan dan dipaksakan sehingga alih-alih menjadi terobosan baru yang menarik, nyatanya malah cenderung membosankan. Belum lagi dengan banyaknya guyonan jorok, bukan mesum tapi jorok yang menjurus ke hal-hal menjijikkan seperti kentut dan kotoran, yang terdengar rendahan dan sama sekali jauh dari kesan lucu. 

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Rahasia Tora, Vino, dan Abimana Jadi Warkop DKI

Unsur lainnya yang cukup disayangkan dari film bagian kedua ini ialah penggunaan multiverse yang acap ditemui dalam film superhero namun malah aneh ketika dijumpai dalam film komedi seperti Warkop. Bukannya menjadi ajang nostalgia akan legenda Warkop, film ini malah menghancurkan image trio Warkop yang sudah ada.

Apapun itu, ulasan kualitas film tentunya akan kalah ketika sudah ebrbicara soal angka penonton yang berduyun-duyun ke bioskop serta angka keuntungan yang diraup. Bagaimana, B’timers? Masih penasaran menyaksikan penampilan lawak trio Warkop modern yang satu ini? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE