Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour | Breaktime
Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour
15.11.2017

Peristiwa sejarah memang menjadi salah satu momen yang paling banyak direka ulang daengan media film seri televisi hingga layar lebar. Tokoh legendaris dan sejarah yang bergulir di sekelilingnya merupakan sasaran empuk bagi setiap produsen film untuk menciptakan kembali kemegahan peristiwa tersebut lewat sederet pemain peran papan atas dan teknik sinematografi terbaik. Menjelang penghujung tahun 2017, Hollywood kembali menghadirkan kisah historis Perang Dunia II lewat film Darkest Hour.

Menyoroti masa-masa kegelapan dalam perang melawan pasukan Jerman, Darkest Hour hadir sebagai penggambaran terkini atas sosok legendaris Winston Churchill, sang perdana menteri Inggris di masa Perang Dunia II. Disutradarai oleh Joe Wright dan ditulis naskahnya oleh Anthony McCarten, Darkest Hour dibintangi oleh Gary Oldman yang berperan sebagai Winston Churchill, Kristin Scott Thomas sebagai sang istri Clementine Churchill, Ben Mendelsohn sebagai Raja George VI, Lily James sebagai Elizabeth Layton sang sekretaris pribadi, serta Ronald Pickup sebagai Neville Chamberlain sang perdana menteri pendahulunya.

B’timers mungkin mengingat nama Gary Oldman lewat perannya sebagai Sirius Black, ayah baptis Harry Potter dalam movie franchise Harry Potter. Aktor asal Inggris berusia 59 tahun tersebut bisa jadi nampak kurang familiar dari sosoknya selama ini karena tersembunyi di balik rambut putih tipis dan prosthetic makeup kreasi Kazuhiro Tsuji yang memberikan tubuh dan pipi berisi ala Winston Churchill yang sama sekali bertolak belakang dari tubuh kurus Gary Oldman. Meski tak begitu diakui sebagai salah satu aktor cemerlang, Gary Oldman terkenal selalu bereksplorasi dengan berbagai karakter unik nan ekstrem, yang kian paripurna lewat perannya sebagai Perdana Menteri Inggris yang dikenal lewat topi bowler dan rokok cerutunya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco
Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour | Breaktime
Winston Churchill dan sang istri, Clementine Churchill

Selain sang pemeran utama, sutradara Joe Wright didapuk sebagai salah satu faktor penentu atas kesuksesan Darkest Hour yang sudah banyak diprediksi tersebut. Teknik penggambilan gambar yang dilakukannya dalam film Atonement mengenai adegan penyelamatan pasukan Inggris diakui jauh lebih spektakuler daripada film bertajuk Dunkirk yang disutradari Christopher Nolan. Karena itulah, tak heran bahwa Darkest Hour nampaknya kembali mengusung penggambaran dramatis Perang Dunia II serta sosok legendaris Winston Churchill. Darkest Hour dengan bangga mengusung sosok Winston Churchill yang tak hanya seorang orator dan politikus ulung, tapi juga terlihat lebih manusiawi dan tak lepas dari kepribadian yang rapuh dan penuh keraguan dalam momen-momen pribadinya bersama sang istri Clementine Churchill.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Glorifikasi Asmara di Ayat-ayat Cinta 2 Trailer
Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour | Breaktime
Gary Oldman yang berperan sebagai Winston Churchill

Film yang telah tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 11 September 2017 dan akan dirilis serempak di seluruh dunia mulai 22 November 2017 tersebut menambah daftar panjang film yang mengulas ketegangan suasana Perang Dunia II. Meski demikian, Darkest Hour tampaknya berupaya memfokuskan pada aspek personal Winston Churchill sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru saja menjabat menjelang pecahnya Perang Dunia II. Dengan banyaknya film sejenis yang menyoroti tokoh bersejarah Winston Churchill, sang pemeran utama Gary Oldman menolak tunduk pada stereotype dan meniru sepenuhnya penggambaran sang perdana menteri yang sudah ada selama ini. Lewat sorot mata tajam dan bahasa tubuh penuh karisma, Gary Oldman sukses memberikan sentuhan baru terhadap karakter Winston Churchill di balik riasan prostetik yang kabarnya mencapai separuh berat badan aslinya tersebut.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ketahui Ini Menjelang Rilisnya Justice League

Dalam balutan teknik sinematografi yang menajakan mata dan naskah teatrikal, Winston Churchill berhasil dihidupkan kembali sebagai sosok perdana menteri yang merepresentasikan Inggris di masa perang sekaligus menolak tawaran Pemerintah Prancis dan Belgia untuk menyerah kepada Jerman. Di tengah gempuran pasukan Jerman yang tiada henti dan nampak kian mendekati wilayah Inggris, Winston Churchill bersikeras bahwa tak sepatutnya Inggris menyerah begitu saja dan dengan penuh semangat berpidato di hadapan parlemen untuk meyakinkan anggota dewan agar bersedia berperang melawan Jerman hingga titik darah penghabisan.

Rasanya tak mengejutkan bahwa trailer Darkest Hour mengindikasikan film berdurasi 125 menit tersebut dibawakan dengan teknik pengambilan spektakuler seperti yang digunakan Joe Wright pada film-film periodikal karyanya sebelumnya seperti Atonement, Pride & Prejudice, dan Anna Karenina. Ditambah lagi dengan penampilan prima Gary Oldman yang berhasil memanusiakan Winston Churchill, Darkest Hour nampaknya berada di ambang kesuksesan menjelang penayangan perdananya di layar lebar. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE