Sinematografer, Seniman Pelukis Cahaya Dalam Perfilman | Breaktime
Sinematografer, Seniman Pelukis Cahaya Dalam Perfilman
19.04.2015

Seniman Pelukis Cahaya

B’timers, Anda mungkin sudah sering mendengar kata sinematografi. Ya, berasal dari bahas Yunani kuno kinema (gerakan) dan graphein (merekam), sinematografi merupakan kegiatan pengaturan pencahayaan dan kamera yang berfungsi untuk merekam gambar fotografi. (Baca juga: Bikin Video Instagram Unik Dalam 15 Detik)

Seperti halnya fotografi, sinematografi juga memperhatikan cara menangkap obyek, pemilihan angle, sampai dengan penentuan arah cahaya. Perbedaan antara sinematografi dan fotografi terletak pada kuantiti dari obyek atau gambar yang diambil. 

Dalam fotografi, obyek yang diambil hanyalah satu atau gambar tunggal. Sedangkan dalam sinematografi ada banyak gambar yang diambil dan nantinya disusun dalam satu roll frame untuk dijadikan sebuah video atau film. Selain itu, proses sinematografi juga membutuhkan lebih banyak orang serta peralatan pendukung yang jauh lebih beragam. 

Dalam sinematografi, dibutuhkan lebih banyak orang dan perlengkapan
Dalam sinematografi, dibutuhkan lebih banyak orang dan perlengkapan

Kalau B’timers ingin menceburkan diri dalam dunia sinematografi, salah satu hal yang penting dipahami adalah istilah-istilah yang sering digunakan oleh para cinematographer, seperti:

  • Framing adalah pengaturan kamera dan pembatasan adegan agar satu scene dapat terangkum dalam satu ruang sudut penglihatan.
  • Angle adalah sudut pengambilan gambar.
  • Shot size adalah cara pengambilan gambar.
  • Komposisi adalah penggunaan sekaligus penyusunan setiap elemen dalam proses pengambilan gambar.
  • Kamera subyektif adalah cara pengambilan gambar yang memposisikan audience ikut berperan dalam sebuah scene.
  • Specialty Shots adalah beberapa trik dalam pengambilan obyek, seperti rack focus, over the shoulder, panning, zoom out/in sampai dengan truck.
  • Depth of Field adalah ruang area ketajaman obyek.
  • Rule of Third adalah istilah yang juga dipakai dalam fotografi yang memiliki arti penempatan obyek agar tidak lurus tengah dan harus berada dalam garis imajiner.

Tentunya menjadi seorang sinematografer atau biasa disebut dengan nama Director of Photography (DOP) harus paham dengan segala aspek yang biasa digunakan dalam fotografi dan diterapkan dalam dunia film. Tak hanya itu saja, menjadi seorang DOP harus benar-benar mengerti  apa yang diinginkan oleh seorang sutradara dan mampu memberikan imajinasinya termasuk penjelasan pengambilan gambar berdasarkan blocking, arah cahaya, angle sampai dengan efek dan penambahan elemen-elemen khusus. 

Seorang sinematografer juga wajib memeriksa dari setiap scene film yang telah jadi untuk memastikan kualitas dan kesempurnaannya. Nah B’timers, tertarik untuk belajar lebih banyak tentang sinematografi?

Share This Article