Penggarapan 3 Film Adaptasi Novel Tere Liye | Breaktime
Penggarapan 3 Film Adaptasi Novel Tere Liye
25.02.2016

B'timers pernah mendengar nama Tere Liye? Tere Liye adalah seorang penulis terkenal yang karyanya sudah banyak dikenal orang. Novel-novelnya memiliki bahasa yang mudah dipahami serta pesan-pesan lembut yang mudah diterima oleh para pembacanya. Hal inilah yang membuat rumah produksi Maxima Pictures tertarik untuk membuat 3 film adaptasi novel Tere Liye.

Seperti yang pernah dilakukan Raditya Dika, genre-genre yang membahas tentang perasaan sangat diminati dan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Mendengar buku karangannya akan diangkat ke dunia perfilman ia pun merasa senang sekali. 3 Film Adaptasi novel Tere Liye yang rencananya akan diangkat sebagai film antara lain Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Ayahku (Bukan) Pembohong, Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

Ketiga novel tersebut sudah lama diproduksi dan penjualannya pun sangat bagus di pasaran. Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin diluncurkan ke masyarakat pada tahun 2010. Yang memproduksi novel Tere kali ini adalah Gramedia Pustaka Umum. Penjualan untuk buku ini menuai kesuksesan selama beberapa bulan.

Penggarapan 3 Film Adaptasi Novel Tere Liye | Breaktime
Pesan-pesan yang ada pada novel Tere Liye ini sangat disukai banyak pembacanya

Bahkan, beberapa kata-kata yang ada pada novel ini sering menjadi bahasan dan postingan di sosial media. Setelah sukses dengan novel tersebut, Tere fokus untuk novel keduanya yang berjudul Ayahku (Bukan) Pembohong. Tepatnya setahun setelah itu, dirilislah buku keduanya dengan judul tersebut dan masih tetap dengan perusahaan produksi yang sama.

Dan untuk novelnya yang berjudul rembulan tenggelam di wajahmu diangkat dua kali pada tahun 2006 dan 2009 oleh perusahaan yang berbeda. Yang pertama diproduksi oleh Grafindo dan yang kedua Republika. Ketiganya novel tersebut rencananya akan difilmkan oleh Maxima tahun ini. Tapi tahukah Anda, sebelum Maxima, pada tahun 2004 Yoen K pernah menawarkan diri untuk menjadi membuat film tentang novelnya.

Yoen K tertarik dengan genre yang diangkat oleh novelnya. Hal yang juga sama dirasakan oleh pemilik Maxima Pictures. Namun, tidak mudah untuk meyakinkan Tere agar novelnya difilmkan. Tere awalnya sedikit khawatir akan isi novelnya yang banyak berubah ketika berubah menjadi film. Namun Maxima berhasil meyakinkan Tere setelah negosiasi selama tiga bulan. 

Bagi Anda yang sangat suka dengan karya Tere Liye, ayo nantikan 3 film adaptasi novel Tere Liye yang rencananya akan dibuat tahun ini. (wsu)

Share This Article