Narasi Dickens di The Man Who Invented Christmas | Breaktime
Narasi Dickens di The Man Who Invented Christmas
19.11.2017

Menjelang akhir tahun, ada satu film yang kaya akan inspirasi dan wajib untuk Anda tonton, B’timers. The Man Who Invented Christmas, drama yang disutradarai oleh Bharat Nalluri dengan scenario yang dituliskan oleh Susan Coyne, mengadaptasi buku karya Les Standdiford.

Diperankan oleh nama-nama aktor besar, seperti Dan Stevens, Christopher Plummer dan Jonathan Pryce, Anda akan dimanjakan dengan kisah klasik dari seorang penulis kenamaan, Charles Dickens. Sangat sempurna untuk menemani libur Natal Anda bersama sang kekasih, nih.

The Man Who Invented Christmas ini berkisah tentang seorang penulis hebat, Charles Dickens yang diperankan oleh Dan Stevens. Mengambil setting pada tahun 1843, ketika Dickens berusia 31 tahun, di mana ketenaran perlahan mulai meninggalkan dirinya.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour

Ya, ia harus menerima tamparan pahit kehidupan dengan gagalnya tiga buku terakhir karyanya. Namun meski harus ditolak oleh penerbitnya, Charles Dickens tak lantas memupuskan impiannya menjadi penulis ternama. Ia bahkan berencana menerbitkan karya terbesarnya yang kemudian dikenal sebagai A Christmas Carol.

Narasi Dickens di The Man Who Invented Christmas | Breaktime
Ketika penulis terjebak dalam masalahnya

Namun yang menjadi permasalahan pelik adalah, tak pernah ada keajaiban Natal selama hampir 1.843 tahun. Dan untuk itulah, novelis yang paling dicintai ini menuliskan sebuah misi penting yang sekaligus untuk menyelamatkannya dari writer’s block yang ia derita serta mengubah budaya Barat tentang Hari Kelahiran Yesus Kristus selamanya, B’timers.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco

So, Bharat Nalluri pun menggambarkan enam minggu paling dramatis dalam kehidupan Dickens. Ia harus memikirkan gagasan segar yang akan ia tuangkan dalam cerita barunya. Pertarungan Dickens dengan dirinya sendiri pun mewarnai kisah sang penulis. Beruntung ia dikelilingi oleh orang-orang yang peduli, John Foster yang diperankan oleh Justin Edwards, dan istrinya yang diperankan oleh Morfydd Clark.

Narasi Dickens di The Man Who Invented Christmas | Breaktime
Ketika suka cita Natal menyeruak dari sebuah ruang penulis kenamaan

Yang akan membuat Anda terkesima adalah, di mana hampir seluruh setting dalam film ini berlangsung di sebuah ruangan hangat dan berbau apak milik si penulis. Di tempat tersebutlah Dickens menghabiskan waktu berbincang dengan para karakternya, seolah-olah mereka benar-benar berada di sana bersama sang penulis, B’timers.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Glorifikasi Asmara di Ayat-ayat Cinta 2 Trailer

Tersimpan sebuah pesan tersembunyi yang cukup membingungkan untuk sebuah film dengan gagasan mencoba menjual bahwa keajaiban Natal dapat menyulap dunia menjadi lebih baik. Dalam film, Dickens terlalu terbungkus dalam karyanya.

Well, selain menjadi tambahan yang sempurna untuk hiburan di Hari Natal, film ini memberikan banyak hal untuk Anda, B’timers. Salah satunya adalah semangat liburan dan suka cita Natal. Dan semua itu dapat Anda temukan dan rasakan dalam film The Man Who Invented Christmas.

Yang paling digarisbawahi dalam film yang satu ini adalah bagaimana cinta menjadi hal paling berharga untuk dibagikan kepada orang lain. Namun satu hal yang perlu Anda percayai setelah begitu banyak akrya besar Dickens yang mendunia. Charles Dickens hanyalah seorang manusia biasa dengan keterbatasan kemampuan.

Tak jauh berbeda dengan penulis profesional lainnya, Dickens juga mencuri nama, karakter, dialog dan ide-ide dari kenyataan di sekitarnya. Namun sentuhan imajinasi si penulis yang ia miliki, sanggup memoles semua paduan itu menjadi karya yang sempurna.

So, jika Anda ingin menyelam lebih dalam dan mengenali seperti apa sosok penulis kegemaran Anda, A Man Who Invented Christmas ini wajib Anda nantikan, B’timers!



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE