Mulai ‘Lelah’ dengan Film Lokal yang Digarap Asal-Asalan? Watch These! | Breaktime
Mulai ‘Lelah’ dengan Film Lokal yang Digarap Asal-Asalan? Watch These!
05.04.2015
"Part of filmmaking is always a guessing game, and part of it is always a game of trust"
-Greg Kinnear-

Film Indonesia sempat tenggelam selama beberapa tahun, sebelum kembali naik pamor yang diawali dengan kemunculan film “Ada ApaDenganCinta.” Dari situlah pandangan remeh terhadap film lokal terkikis secara perlahan dan banyak sineas perfilman yang mencoba meneruskan jejak Rudy Soedjarwo.

Walaupun mungkin banyak di antara B’timers yang hingga kini tetap lebih memilih menonton film Hollywood dibandingkan dengan film buatan anak bangsa, ternyata masih ada lho sejumlah Indonesian movie yang digarap penuh keseriusan. 

Tak percaya? Coba simak beberapa  film inspiratif dalam negeri yang berhasil sabet penghargaan dimulai dari tahun 2004 sampai 2014.

Gie

Film ini diambil dari kisah nyata seorang pemuda bernama Soe Hok Gie
Film ini diambil dari kisah nyata seorang pemuda bernama Soe Hok Gie

Film garapan sutradara Riri Reza ini mengisahkan salah seorang tokoh terkenal dari universitas Indonesia yang memiliki pemikiran anti-mainstream dibandingkan dengan mahasiswa lain pada zaman itu. Karena pemikirannya itulah, Gie sempat menjadi musuh banyak mahasiswa lainnya. Satu kutipan yang bagus dari film ini adalah “Apabila tidak ada lagi yang perlu dilawan, kenapa harus melawan?” Gie berhasil menyabet 3 penghargaan 3 kategori di Piala Citra (Film Bioskop Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicholas Saputra) dan Pengarah Sinematografi Terbaik).

Fiksi.

Ide film ini adalah pembalikan dari film Alice in Wonderland
Ide film ini adalah pembalikan dari film Alice in Wonderland

Film yang mengisahkan kehidupan rumah susun di Jakarta dengan segudang karakter di dalamnya, terdapat seorang psikopat yang bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Banyak kasus dan status social yang juga ada dalam dunia nyata diangkat dalam film ini. Film ini berhasil mendapatkan penghargaan FFI 2008, untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Mouly Surya), Skenario Asli Terbaik (Joko Anwar), dan Musik Pengiring Terbaik (Zeke Khaseli).

Ayat-ayatCinta

Pemandangan cantik Sungai Nil pun tak luput jadi pemanis film ini
Pemandangan cantik Sungai Nil pun tak luput jadi pemanis film ini

Film yang mengambil setting tempat dengan suasana Kairo, Mesir ini berhasil mendapatkan penghargaan dalam 5 kategori di Festival Film Bandung 2008. Klonflik social yang dipadu dengan cerita cinta diceritakan di dalam film diperankan oleh Fedi Nuril ini. Salah satu pesan yang terkandung dalam film ini adalah cinta tidak mengenal kasta, jabatan, harta, ras, negara atau juga agama.

LaskarPelangi

Film inilah yang juga turut membuat nama Belitung menjadi terkenal
Film inilah yang juga turut membuat nama Belitung menjadi terkenal

Diadopsi dari Novel dengan judul sama, film Laskar Pelangi ini berhasil terpilih sebagai Film Terrelok di di Batam Film Festival (BFF) 2014. Film karya Riri Reza ini menyuguhkan kehidupan di pulau nan indah namun jauh dari modernya metropolis. Di sana ada sekelompok anak yang memiliki berbagai mimpi dan mereka ingin mewujudkannya.

Tanah Surga … Katanya

Kesenjangan kehidupan ditampakkan dalam film ini
Kesenjangan kehidupan ditampakkan dalam film ini

Film berjudul Tanah Surga … Katanya ini menceritakan tentang orang-orang Indonesia yang tetap setia kepada Merah Putih walaupun dengan segala keterbatasan dan kemilau kehidupan yang ditampakkan oleh negeri seberang. Film ini menyabet 5 kategori dalam FFI 2012 silam.

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Seperti halnya Gie, film ini juga diadopsi dari kisah nyata
Seperti halnya Gie, film ini juga diadopsi dari kisah nyata

Film garapan Angga Dwimas Sasongko ini menceritakan tentang konflik Maluku dan ada pihak yang mencoba mendamaikan serta menggabungkan setiap golongan melalui sepakbola, namun sayangnya hal tersebut justru gagal. Film dengan durasi 120 menit ini berhasil menyabet beberapa penghargaan di FFI 2014.

Saat B’timers mulai lelah dengan sederet  film Indonesia yang digarapasal-asalan, coba tonton kembali keenam  film berkualitas ini, ya!

Share This Article