Intip Adegan Ciuman Pertama Sejarah Film Korea | Breaktime
Mengintip Adegan Ciuman Pertama di Sejarah Film Korea
15.12.2015

Demam korea saat ini sedang gemparnya di Indonesia. Mulai dari drama, film, hingga variety show sekarang sudah memasuki media televisi Indonesia. Berbeda dengan budaya di Indonesia, hampir di setiap drama dan film korea pasti ada adegan ciumannya. B’timers pasti penasaran kan, sejak kapan sih Korea mulai berani menunjukkan adegan ciuman?

Adegan ciuman pertama dipresentasikan dalam film The Hand of Destiny (Unmyeong-ui Son) pada tahun 1954. Film ini merupakan garapan pertama sutradara Han Hyeong Mo. Tokoh utama dalam film ini diperankan oleh Yun In-Ja yang bermain dengan dua nama, yaitu Margaret dan Jeong Ae. Margaret memiliki kepribadian positif dan provokatif, sementara Jeong Ae lebih ke pasif dan tertutup. Margaret menggambarkan kepribadian liberal ala amerika saat itu. Margaret tidak ragu untuk mengungkapkan perasaannya dan memutuskan menjadi mata-mata Korea Utara. 

Intip Adegan Ciuman Pertama Sejarah Film Korea | Breaktime
Salah satu adegan dalam film The Hand of Destiny

Saat menjadi mata-mata inilah, Margaret jatuh hati kepada siswa miskin di Korea Selatan bernama Yeong-Cheol yang dimainkan oleh Lee Hyang. Semakin Margaret mengenalnya, gadis ini mengetahui bahwa Yeong Cheol merupakan pemimpin tentara Korea Selatan saat itu. Margaret bingung untuk menyatakan cinta namun dihantui perasaan bersalah karena telah mengkhianati negaranya. Margaret menerima ancaman dari Korea Utara untuk segera membunuh Yeong Cheol. Setelah ancaman yang bertubi-tubi datang, Margaret akhirnya merayu Yeong Cheol untuk datang ke persembunyian rahasia Korea Utara. Namun akhirnya Margaret memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi Yeong Cheol lewat adegan terakhir. Di adegan itu Yeong Cheol mencium Margaret seakan memaafkan dosanya dan menembak Margaret.

Kisah yang cukup mengharukan ya, B’timers? Itulah adegan ciuman pertama di dunia perfilman Korea. Namun ciuman yang mereka lakukan terbilang sanga singkat, Yun In-Ja dan Lee Hyang hanya menempelkan bibir dalam dua detik saja. Tapi ternyata adegan ciuman dua detik itu mampu menggemparkan masyarakat Korea saat itu. Bahkan suami Yun In-Ja menuntut direktur Han Hyeong Mo karena adegan ciuman itu.

Kabarnya, adegan ciuman yang ada dalam film ini menggambarkan campur tangan Amerika Serikat untuk membentuk negara perang melalui pergaulan bebas dan produk kapitalis. Margaret menggambarkan bahwa perempuan di Korea setelah perang sudah siap untuk menerima budaya baru yang lebih liberal. (tf)

Share This Article