“The Pianist”, Film Fenomenal Pianis Polandia di Era PD II | Breaktime
“The Pianist”, Film Fenomenal Pianis Polandia di Era PD II
09.03.2015

Sebuah film  historical drama di tahun 2002 yang disutradarai oleh Roman Polanski, “The Pianist”, menjadi sebuah film fenomenal lantaran mampu menyabet sejumlah penghargaan bertubi-tubi. Film yang diangkat dari buku autobigografi dengan judul yang sama ini merupakan memoar dari seorang pianis Yahudi asal Polandia yang hidup di zaman Perang Dunia II serta seorang composer bernama Wladyslaw Szpilman.

Film yang pembuatannya dilakukan di empat Negara: Inggris, Perancis, Jerman, dan Polandia ini  terus mendapatkan critical praise, multiple awards, and nominations. Sebagai contoh, di tahun 2002, film ini berhasil merebut Palme d’Or pada ajang 2022 Cannes Film Festival. Sementara itu, di acara 75th Academy Awards,  The Pianist sukses menyabet piala Oscar untuk kategori Best Director (Polanski), Best Adapted Screenplay (Ronald Harwood), serta Best Actor (Brody).

Tak cukup di situ saja, film yang berdurasi 148 menit ini juga sukses memenangkan BAFTA Awards for Best Film dan BAFTTA Award for Best Direction di tahun 2003 serta meraih tujuh French Cesar di ajang Cesar Award dengan kategori Best Picture, Best Director, serta Best Actor bagi Brody. 

Film ini sendiri menceritakan tentang kisah Wladyslaw Szpilman (Adrien Brody) yang saat itu tengah bermain live di radio kota Warsawa. Namun, tak disangka stasiun radio tersebut dibom oleh tentara Nazi Jerman ketika mereka melakukan penyerbuan ke Polandia yang mengakibatkan meletusnya Perang  Dunia II.

Ketika mendengar bahwa Inggris dan Perancis telah mendeklarasikan perang pada Jerman, Szpilman dan keluarganya merasa lega karena berharap kerusuhan di Polandia segera berakhir. Sayangnya, Polandia tidak memenuhi janji untuk memberikan batuan sehingga baik Jerman maupun Rusia sama-sama melakukan penyerbuan di tanah kelahiran Szpilman selama sebulan penuh.

Tentara Jerman dengan cepat segera mengepung ibu kota Polandia, Warsaw, sebuah kota di mana banyak kaum Yahudi mengalami kehancuran lantaran pihak Nazi melarang mereka untuk bekerja atau memiliki bisnis, serta memaksa kaum Yahudi mengenakan blue Star of David armbands.

Film besutan Polanski ini tampil sebagai karya yang menggambarkan kengerian tragedi Holocaust dengan sangat apik dan mampu menyingkirkan film-film terbaik lainnya yang juga bertemakan Holocaust seperti “Schindler’s List”.  The marvel of filmmaking with a riveting and tragic story make it as one of best films ever made!

Share This Article