“I Am Hope”, Ketika Harapan Kuat Melawan Kanker | Breaktime
“I Am Hope”, Ketika Harapan Kuat Bertarung Melawan Kanker
18.01.2016
“Cancer can take away all of my physical abilities. It cannot touch my mimd, it cannot touch my heart, and it cannot touch my soul.”—Jim Valvano

Inspirasi untuk membuat film memang bisa muncul dari mana saja, termasuk juga sebuah gelang. Yap, Bracelet of Hope alias gelang harapan merupakan aksesori dari gerakan peduli yang didedikasikan bagi penderita kanker. Lewat inspirasi gelang inilah, film besutan sutradara Aldila Dimitri ini akan segera tayang pada bulan Februari mendatang.

Film ini bercerita tentang seorang gadis muda bernama Mia yang punya ambisi kuat membuat pertunjukan teater. Namun, di usianya yang masih 23 tahun tersebut, ia harus menelan pil pahit saat divonis mengidap penyakit kanker. Sebuah penyakit sama yang pernah merenggut nyawa ibundanya.

Sejak divonis penyakit mematikan tersebut, Mia (Tatjana Saphira) merasa semua pengalaman kelam di masa lalu seolah terulang lagi. Hampir saja Mia menyerah kalah, namun ia beruntung karena memiliki sahabat setianya, Maia (Alessandra Usman). Sosok Maia tampil sebagai penyangga semangat dan inspirasi Mia.

Ketika di tengah menjalani masa-masa pengobatan, Mia mendatangi sebuah Production House untuk menemui sutradara ternama dan memberikan naskahnya pada sang produser. Besar sekali harapan Mia bahwa naskah tersebut akan diterima dan menjadi salah satu api penyemangatnya untuk melawan kanker.

Sayang seribu sayang, Mia harus menghadapi kekecewaan saat tak bisa bertemu dengan sang produser. Saat ia dirundung rasa kecewa dan berbalik pulang, tiba-tiba ia menyaksikan sebuah poster pertunjukan kecil. Ia pun masuk dan menyaksikan acara tersebut. Betapa kagetnya Mia saat ia bertemu dengan David (Fachri Albar).

Pria tersebutlah yang kemudian membuat debar jantung Mia berdegup kencang. Bahkan, pertemuan mereka tersebut juga terus berlanjut hingga Davidlah yang membantu perjuangan Mia. Yap, ia meraih naskah Mia dan bersikeras memberikannya langsung pada Rama Sastra (Ariyo Wahab).

Dan ternyata, Rama memberikan sambutan yang sangat positif dan ingin membantu Mia mewujudkan mimpinya jadi kenyataan. Namun, di saat Mia penuh dengan rasa optimis yang begitu tinggi, ia sampai di titik penghabisan. Mentalnya yang kuat tak bisa melampaui fisiknya yang lemah hingga ia harus terbaring di rumah sakit.

Usai menjalani kemoterapi dan operasinya yang sukses, Mia segera kembali mengejar impiannya. Semua harapannya seolah menjelma menjadi sel positif yang membantu Mia melawan ganasnya sel-sel kanker. Lalu bagaimanakah ending pertunjukan Mia dan hubungannya bersama David yang sempat ditentang keras oleh ayah Mia? Keep watching, B’timers! (vsc)

Share This Article