Kisah Cinta Musim Panas di Call Me by Your Name | Breaktime
Kisah Cinta Musim Panas di Call Me by Your Name
18.11.2017

Call Me by Your Name merupakan film drama dengan kombinasi genre romantis dan coming-of-age besutan sutradara Luca Guadagnino. Naskah film karya James Ivory didasarkan pada novel bertajuk sama karya André Aciman yang terbit pada tahun 2007. Film yang satu ini sekaligus merupakan bagian ketiga sekaligus terakhir dari Desiretrilogy karya Guadagnino, setelah I Am Love (2009) dan A Bigger Splash (2015). Beberapa kru penting yang terlibat dalam produksi film ini ialah Sayombhu Mukdeeprom sebagai sinematografer yang melakukan pengambilan gambar dengan 35 mm film, Sufjan Stevens sebagai pengisi musik latar, serta Peter Spears dan Howard Rosenman  sebagai produser.

Call Me by Your Name mengambil latar tempat di Italia di tahun 1983. Film ini terbilang unik karena mengisahkan cinta pertama bernuansa homoseksual antara  Elio Perlman (diperankan oleh Timothée Chalamet) seorang remaja pria berusia 17 tahun yang kasmaran dengan mahasiswa didikan sang ayah yang berasal dari Amerika, Oliver (diperankan oleh Armie Hammer). Beberapa pemeran lainnya dalam film ini ialah Michael Stuhlbarg, Amira Casar, Esther Garrel, dan Victoire Du Bois.

Sebelum pertama kali dirilis secara terbatas di Sundance Film Festival pada 22 Januari 2017, hak distribusi film Call Me by Your Name telah dipegang oleh Sony Pictures Classics. Para kritikus dunia mengakui kualitas jempolan film ini, terutama dari akting Chalamet, Hammer, dan Stuhlbarg, teknik penyutradaraan Guadagnino, naskah film karya Ivory –yang juga pernah menulis naskah film kisah cinta homoseksual bertajuk Maurice, serta music scoring dari Sufjan Stevens. Film dengan alur lambat yang memabukkan ini terasa sempurna dalam menggambarkan kisah cinta Elio dan Oliver di musim panas Italia tahun 1983.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Narasi Dickens di The Man Who Invented Christmas
Kisah Cinta Musim Panas di Call Me by Your Name | Breaktime
Call Me by Your Name, versi sampul buku dan poster film

Seperti pada umumnya kisah cinta homoseksual, Call Me by Your Name diawali dengan berbagai rangkaian denial dari sepasang pemuda tersebut. Meski keduanya telah dekat dengan seorang gadis, nyatanya Elio dan Oliver tak mampu menolak adanya ketertarikan satu sama lain. Keduanya digambarkan memiliki perbedaan usia yang lumayan jauh, namun hasrat keduanya seakan tak terbendung hingga mereka terlibat dalam sexual encounter di suatu malam.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Suasana Mencekam Perang Dunia II di Darkest Hour

Momen itulah yang menjadi inspirasi dari judul novel sekaligus film ini. Suatu ketika, Oliver berkata kepada Elio, “Call me by your name and I will call you by mine.” Sejak saat itulah keduanya senantiasa bertukar nama setiap kali memanggil satu sama lain dalam situasi intim. Guadagnino bisa dibilang ahlinya dalam menghantam penonton dengan teknik penyutradaraan kelas wahid sehingga mampu membuat siapa saja yang menyaksikan turut terlibat dalam kelima panca indra dalam kisah cinta Elio dan Oliver.

Call Me by Your Name menjadi koleksi dari pengalaman manusia yang paripurna, yakni cinta pertama. Setiap shot yang diambil dipenuhi oleh eksistensi, namun terbebas dari risiko berlebihan apalagi memuakkan. Meski menggambarkan kisah asmara antara dua lelaki, film ini cukup berbeda dengan berbagai film bertemakan gay lainnya. Tidak ada yang mendapatkan perisakan fisik atau emosional, apalagi harus menanggung risiko dikucilkan akibat menjadi gay. Meski keduanya tak berakhir bersama dan Oliver justru menikahi seorang wanita, Elio mendapatkan pemakluman dari sang ayah yang telah mengetahui affair mereka berdua sejak lama.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco

Call Me by Your Name mengajarkan bahwa kisah cinta wajar saja tak berakhir bahagia. B’timers bisa jadi tak hidup bersama selamanya memadu kasih dengan orang yang Anda cintai, namun hal tersebut tak membuat rasa sayang Anda layak dilupakan begitu saja. Call Me by Your Name telah mulai dirilis di Inggris Raya pada 27 Oktober 2017 kemarin dan akan ditayangkan serempak di Amerika Serikat dan seluruh dunia pada 24 November 2017. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE