Gara-Gara “Frozen”, Disney di Seret ke Pengadilan Detroit | Breaktime
Gara-Gara “Frozen”, Disney di Seret ke Pengadilan Detroit
20.04.2015

B’timers yang merupakan penggemar film-film fantasi Disney pastinya sudah nonton “Frozen Fever” yang tayang di bioskop pada tanggal 13 Maret 2015 kemarin, bukan? What do you think? Isn’t it amazing and quite surprising?

Namun, dibalik keseruan film animasi 3D yang menjadi sekuel dari film “Fever Frozen”, ternyata seorang penulis dari Kuwait, Muneefa Abdullah tengah menggugat Disney dan membawa perkara ini sampai ke US District Court di Detroit.

Gugatan ini dilayangkan lantaran pihak Disney dituduh melakukan pelanggaran hak cipta atas rilisnya film “Frozen” di tahun 2013 lalu. Di tahun 2007, Abdullah pernah membuat sebuah cerita berjudul “New Fairy Tales” yang memiliki tema, setting, dan nama tokoh yang sama dengan “Frozen”.  

Kendati demikian, tuduhan pelanggaran hak cipta dan plagiasi ini dibantah keras oleh pihak Disney lantaran kisah fiksi “Frozen” diangkat bebas dari dongeng besutan Hans Christian Andersen berjudul “The Snow Queen”. 

Hal ini diperkuat dengan pengalaman sang produser sekaligus penulis naskah “Frozen”, Jennifer Lee, yang sebelumnya pernah terlibat dalam penggarapan film “The Snow Queen” bersama dengan pihak Random House Publishing.

Karakter seorang putri yang memiliki magical ice power diakui Abdullah persis seperti kisah yang dibuatnya.
Karakter seorang putri yang memiliki magical ice power diakui Abdullah persis seperti kisah yang dibuatnya.

Abdullah sendiri tetap yakin bahwa Disney menyadur karya fiksinya “The New Fairy Tale” karena setidaknya ada empat kesamaan pokok dalam cerita film animasi “Frozen” (2013). Pertama, Frozen mengisahkan seorang putri yang memiliki magical ice power dan akhirnya memilih untuk bersembunyi. Ke dua, film berdurasi 102 ini sama-sama menceritakan setting kerajaan yang terbuat dari es dan dikelilingi pegunungan.

Ke tiga, film garapan sutradara Chris Buck dan Jennifer Lee ini mengisahkan tentang dua orang saudara yang saling mencari satu sama lain dan berhasil menyelamatkan saudaranya melalui kekuatan es yang dimiliki. Ke empat, film ini menceritakan perjalanan mendaki gunung dari sejumlah pasukan bersalju yang melindungi benteng es di puncak gunung. Nah, lho pihak mana yang paling kuat?

Bila menilik dari pengalaman Lee yang pernah terlibat dalam pengarapan “The Snow Queen”, E. Leonard Rubin, pengacara Chicago yang biasa menangani masalah properti intelektual menilai bahwa pihak Disney-lah yang memiliki kedudukan hukum lebih kuat. Selain itu, Abdullah juga dinilai terlalu lambat untuk melakukan gugatan atas film “Frozen” yang sudah rilis di tahun 2013. Well, it seems a little bit complicated, right? 

Share This Article