Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco | Breaktime
Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco
14.11.2017

Walt Disney Pictures bersama Pixar Animation Studios bisa dibilang telah mengalami jatuh bangun salam berbagai film animasi yang mereka rilis pertama kali sejak Toy Story yang berlanjut ke berbagai franchise seperti Toy Story, Finding Nemo, hingga Cars. Film terbaru mereka yang akan dirilis mulai 22 November 2017 di seluruh dunia, bertajuk Coco, secara luas didapuk sebagai salah satu film Disney-Pixar yang bakal meneruskan kesuksesan film-film pendahulunya. Beberapa kritikus film kelas global bahkan mengakui bahwa Coco akan menyaingi Up sebagai film animasi Disney-Pixar yang hingga kini terbilang paling mengharukan.

Coco merupakan film animasi komputer grafis 3D berdasarkan ide orisinil dari sutradara Lee Unkrich dan partner penulis naskah Adrian Molina dan Matthew Aldrich. Film yang mengisahkan petualangan bocah lelaki berusia 12 tahun, Miguel dalam menjelajahi Land of the Dead. Berbagai trailer dan original soundtracks yang telah dirilis secara nyata menggambarkan betapa Coco nampaknya akan menjadi film Disney-Pixar pertama yang menggambarkan kehidupan berlatar non-kulit putih. Sejak memulai proses pengembangan desain animasi pada tahun 2016, Unkrich dan beberapa tim produksi film telah secara khusus mengunjungi Meksiko untuk mendapatkan inspirasi langsung.

Ya, Anda tak salah membaca. Coco memang mengangkat latar budaya Meksiko, khususnya perayaan Día de Muertos yang bisa dikatakan sebagai Halloween ala Meksiko. Tradisi yang telah mendarah daging di Meksiko tersebut merayakan Hari Kematian dengan mengenang arwah leluhur dan kerabat yang tiada dengan memberikan sesaji di kuil khusus para almarhum tersebut. Tak hanya itu, meski merayakan kematian dan orang-orang yang telah meninggal, Día de Muertos juga dirayakan sebagai ajang berkumpulnya keluarga besar sembari makan-makan, bercerita, dan mendengarkan musik.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Glorifikasi Asmara di Ayat-ayat Cinta 2 Trailer
Dunia Orang Mati Aneka Warna dalam Coco | Breaktime
Perjalanan Miguel menuju Negeri Orang Mati yang semeriah festival Día de Muertos

Kemeriahan itulah yang digambarkan secara harfiah lewat Coco, dengan Land of the Dead yang aneka warna serta lebih menyerupai kasino dan hotel mewah bertingkat bagi para arwah. Uniknya, hantu-hantu tersebut digambarkan sebagai tengkorak nan lucu yang dapat dengan mudah menghilang apabila anak cucu mereka di dunia tak lagi mengenangnya. Di satu sisi, Coco menjadi ajang yang sempurna untuk memperkenalkan budaya Meksiko, khususnya Día de Muertos yang sarat nilai. Tak hanya mengajarkan nilai kekeluargaan dan budaya Meksiko, Coco rupanya juga terjebak menggambarkan budaya Meksiko secara salah kaprah karena dilihat dari kacamata Hollywood alias kaum kulit putih.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ketahui Ini Menjelang Rilisnya Justice League

Coco secara khusus tayang perdana di Meksiko dalam ajang Morelia International Film Festival di Morelia, Meksiko pada 20 Oktober 2017 lalu dirilis resmi di negara tersebut sepekan menjelang perayaan Día de Muertos. Tentu saja, di zaman serba cepat dan dimudahkan saat ini, nilai kekeluargaan dalam Coco dan kisah perjuangan ala Miguel dalam meraih mimpinya menjadi musisi menjadi daya tarik tersendiri yang dijamin akan menguras airmata penonton. Mulai dari nuansa musik yang kental ala irama Meksiko, penggunaan kostum warna-warni cerah di lingkungan tempat tinggal Miguel hingga penggambaran Land of the Dead yang ceria nampaknya berupaya memberikan sentuhan baru terhadap budaya Meksiko sekaligus tradisi Día de Muertos yang telah mendunia.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Romantisme Nostalgia Ayat-Ayat Cinta 2 Sinopsis

Para pengisi suara yang dilibatkan dalam Coco bahkan memiliki latar belakang Latin-Meksiko, seperti Benjamin Bratt, Gael Garcia Bernal, dan Edward James Olmos. Sekilas, Coco nampak menjanjikan sebagai film animasi yang merayakan Hari Kematian sekaligus tradisi turun-temurun Día de Muertos di Meksiko. Salah satu kelemahan Coco yang cukup mengganjal ialah premis utama film ini mengenai perjuangan meraih mimpi ala Miguel yang ingin menjadi musisi serta perjalanan mengarungi negeri asing dan kembali menuju tempat asal. Premis klasik tersebut berulang kali digambarkan dalam film Disney-Pixar lainnya sehingga bisa jadi penonton akan bosan. Akankah keceriaan dan aneka warna dalam film Coco semeriah pendapatan yang didulang film tersebut nantinya? (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE