Drama Kocak Ayah-Anak dalam Brad’s Status | Breaktime
Drama Kocak Ayah-Anak dalam Brad’s Status
11.09.2017

Sejak membintangi box office movies bertajuk Meet the Parents dan trilogi Night at the Museum, Ben Stiller selalu dikenal dengan karakter khas kocak dalam berbagai film komedi namun menyimpan kebijaksanaan tersendiri. Bersama dengan Austin Abrams yang berperan sebagai anak remajanya, Ben Stiller yang juga pernah memenangi Emmy Award untuk pertunjukan televisi The Ben Stiller Show tersebut membintangi sebuah drama-komedi keluarga berjudul Brad’s Status. Film yang disutradarai oleh Mike White (sutradara dalam The Good Girl dan School of Rock) tersebut rencananya akan dirilis pada 15 September 2017 nanti dan telah melalui screening dalam Festival Fim Internasional Toronto.

Premis permasalahan yang diangkat dalam film ini merupakan isu klasik yang dialami hampir setiap warga kelas menengah Amerika Serikat, yakni perasaan cemas bahwa mereka belum berupaya secara maksimal dalam hidup mereka ketika sebenarnya hidup mereka baik-baik saja. Meski sekilas nampak klise, karakter Ayah paruh baya yang dibintangi Ben Stiller berhasil ditampilkan secara manusiawi. Tanpa mengabaikan sosok comical khas kualitas akting menawan ala Ben Stiller, melankolia pria paruh baya yang diperankannya dijamin mampu membuat para penonton mendapatkan momen “Aha, I can relate!”, persis seperti keberhasilannya dalam berbagai film drama komedi yang dibintanginya sebelum ini. Tak hanya menampilkan kehangatan khas film drama keluarga, sang sutradara Mike White juga berhasil menghadirkan kepiawaian Ben Stiller dalam area drama-komedi yang dikuasainya dan berhasil memberikan penceritaan yang tak hanya menghibur tapi juga menuai berbagai hikmah.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Agen Rahasia Lebih Gila Beraksi Di Kingsman 2

Dibuka dengan adegan kocak Brad (Ben Stiller) yang mengeluh di tengah malam kepada sang Istri mengenai kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga mereka, meski ditampar dengan jawaban cuek dari sang Istri Melanie (Jenna Fischer), “We are not poor, Brad,” kalimat tersebut seakan merangkum kepribadian Brad yang senantiasa khawatir bahwa dia selama ini belum bekerja cukup keras untuk mendapatkan kehidupan bahagia. Film yang diproduksi oleh Amazon Studios ini mengisahkan tentang Brad yang senantiasa membandingkan dirinya dengan teman-temannya semasa kuliah dulu yang terlihat makmur dan bahagia, terutama dilihat dari unggahan di media sosial mereka.

Dalam film berdurasi 101 menit tersebut, Brad hendak menempuh perjalanan menemani anak remajanya yang berbakat, Troy (Austin Abrams) dalam mencari calon perguruan tinggi di kawasan New England. Film dengan genre perjalanan ayah-anak lelaki yang pada akhirnya mendapatkan makna hidup tentunya bukan formula yang asing dalam drama-komedi Hollywood. Dengan dibumbui berbagai dialog satir dan nyinyiran khas kelas menengah Amerika, Brad’s Status dijamin akan membius B’timers untuk terbawa dalam perjalanan Brad dan anaknya Troy yang inspiratif sekaligus mengocok perut. 

Drama Kocak Ayah-Anak dalam Brad’s Status | Breaktime
Ben Stiller dan Austin Abrams dalam Brad’s Status

Meski sang anak cukup berbakat di bidang musik dan nampaknya memiliki masa depan yang menjanjikan, Brad senantiasa mengeluhkan bahwa hidupnya selama ini mengecewakan dan dirinya khawatir bahwa kehidupan anaknya kelak akan sama mengecewakannya. Brad awalnya terperangah dengan fakta bahwa anak lelaki kesayangannya telah beranjak dewasa, belum lagi dengan berbagai fakta mengejutkan seperti biaya kuliah yang tak murah dan fakta bahwa bakat anak lelakinya ternyata tak membantunya untuk masuk Universitas unggulan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Poster Boys, Kisah Tiga Pria Cover Boy Dadakan

Trailer dan premis yang diangkat seakan hendak menjebak penonton dalam alur film khas formula drama–komedi ala Ben Stiller dengan serangkaian kejadian sial yang menghantui sang karakter utama dalam mengantar anaknya mencari kampus untuk mendaftar. Dimulai dari ketinggalan pesawat, Brad ditolak dari barisan penumpang prioritas karena “hanya” memiliki kartu frequent-flyer kelas silver, bukannya gold. Tak hanya itu, wawancara yang dijalani sang anak Troy hampur saja gagal karena insiden kekacauan jadwal wawancara. Alih-alih berubah klise dan membosankan, Brad’s Status berhasil menampilkan perjuangan sang Ayah dalam mengatasi rasa kecewanya pribadi dan mendorong anak lelakinya untuk berhasil. Bukannya berlaruf kesedihan di sepanjang alur film, Brad berhasil menyajikan emosi insecurity yang dirasakannya saat berupaya mencari makna dalam hidupnya serta membuang rasa iri yang dipendamnya terhadap teman-teman masa mudanya yang jauh lebih sukses.

Karakter disfungsional dan bermandikan beragam kelemahan Brad dalam menerapkan parenting kepada anaknya membuat Brad merasa gagal sebagai individu, suami, maupun ayah. Tak hanya formula klasik film perjalanan ayah-anak lelaki maupun komedi khas Ben Stiller yang berpadu manis dengan akting jago Austin Abrams menjadikan keduanya memiliki chemistry kuat dalam film. Akhirnya, kombinasi akting keduanya mampu mengeksplorasi drama fantasi antara kesuksesan dan kegagalan serta pencarian makna hidup.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Misteri Pennywise Sang Badut Pembunuh dalam It

Overall, berhasilkah Troy mendapatkan kampus terbaik dan bisakah Brad menerima hidupnya dengan bahagia alih-alih senantiasa mengeluh gagal? (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE