4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja? | Breaktime
Daftar 4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja?
04.02.2016

Indonesia tak hanya berhasil memproduksi film-film berkualitas saja. Namun, di tanah air juga terdapat sederet film Indonesia dengan isu plagiat yang tak kalah seru untuk dibahas. Lantas, film apa saja sih yang tertimpa tudingan isu plagiat? Yuk, baca ulasan lengkapnya.

My Blackberry Girlfriend (2011)

4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja? | Breaktime
Sama persis dengan film blockbuster Korea

Film yang dibintangi oleh Luna Maya dan Fathir Muhtar ini dirilis pada tahun 2011 lalu. My Blackberry Girlfriend memiliki kesamaan hingga 80 persen dengan film blockbuster Korea Selatan, My Sassy Girl yang menampilkan Cha Tae Hyun dan Jun Ji Hyun sebagai bintang utamanya. Saksikan dan bandingkan sendiri kemiripannya, B’timers.

Tiger Boy (2015)

4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja? | Breaktime
Isi dan poster memiliki kesamaan dengan film Korea

Tiger Boy yang diperankan oleh Steven William ini memiliki kesamaan dari desain poster utama. Tiger Boy dikatakan mirip sekali dengan poster film Werewolf Boy produksi Korea Selatan yang dibintangi oleh Song Joong Ki dan Park Bo Young di tahun 2012 lalu. Tak hanya poster, sebagian isi cerita yang ada di Tiger Boy juga sama dengan film Werewolf Boy, lho!

Sebuah Lagu untuk Tuhan (2015)

4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja? | Breaktime
Mirip dengan poster The Fault is In Our Star

Senada dengan film Tiger Boy, film Sebuah Lagu untuk Tuhan yang juga dibintangi oleh Steven William itupun memiliki desain poster yang sama dengan film The Fault is In Our Star (2014) milik si cantik Shailene Woodley dan Ansel Elgort. Untungnya, isi dari film Sebuah Lagu untuk Tuhan tidak sama dengan The Fault is In Our Star meski mengangkat tema yang sama.

Surat dari Praha (2016)

4 Film Indonesia dengan Isu Plagiat, Apa Saja? | Breaktime
Dianggap adaptasi tanpa izin dari novel karya dosen UB

Film Indonesia dengan isu plagiat lainnya adalah Surat dari Praha yang dirilis tanggal 28 Januari 2016 kemarin. Film ini masih hangat menjadi perbincangan publik terkait tudingan adaptasi tanpa izin dari novel Yusri Fajar dengan Judul yang sama. Keduanya, baik film maupun novel menceritakan mahasiswa Indonesia di Praha yang terasingkan dan tidak bisa kembali ke Tanah Air akibat situasi politik yang buruk di tahun 1966.

Film-film di atas hanyalah beberapa dari banyaknya film Indonesia dengan isu plagiat. Sineas Tanah Air memang kerap dijatuhi tudingan terkait penjiplakan film dari isi film maupun poster. Namun, terlepas dari masalah tersebut semoga insan perfilman di Nusantara semakin meningkat kualitasnya dan memajukan dunia Perfilman Indonesia.

Share This Article