Apakah Nonton TV Bisa Menyebabkan Kegemukan? | Breaktime
Apakah Nonton TV Bisa Menyebabkan Kegemukan?
12.03.2015

When it comes to leisure time, the day seems like calling you through its happy siren. Yap, di hari libur B’timers berkesempatan melakukan sejumlah aktivitas menyenangkan untuk menghabiskan waktu misalnya saja dengan pergi ke bioskop, nonton sejumlah film DVD keluaran terbaru, atau sekadar nonton TV di rumah.

Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa terlalu sering nonton ternyata sangat berpotensi untuk menyebabkan kegemukan. Is that true? Well, berdasarkan penelitian pertama yang dilakukan di Harvard 25 tahun silam, memang terdapat korelasi antara nonton TV dan obesitas. Sejak itulah, penelitian terkait hubungan nonton dan kegemukan terus berkembang pesat hingga sekarang.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh pihak Cornell Food dan Brand Lab menemukan bahwa beragamnya program TV dapat mengantar pada pola makan yang tidak sehat. Mengapa bisa demikian? Aner Tal, Ph.D, ketua penelitian studi ini menuturkan bahwa film action memiliki peluang besar untuk membuat Anda terus mengonsumsi berbagai snack yang ada di depan mata.

Penelitian ini juga melibatkan 94 mahasiswa S1 yang dibagi dalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok diberikan berbagai snack seperti M&Ms, cookies, dan anggur. Kelompok pertama menyaksikan action movie berjudul “The Island”, kelompok kedua menonton film yang sama, tapi tanpa suara. Sementara itu, kelompok ketiga menonton acara talkshow, the Charlie Rose Show.

Hasilnya? Co-author sekaligus profesor dan direktur the Cornell Food and Brand Lab, Brian Wansink, menuturkan bahwa kelompok yang menonton The Island memakan snack dua kali lebih banyak, yakni lebih dari 98% dibandingkan dengan kelompok yang menonton acara talk show. Sementara itu, kelompok yang menonton The Island tanpa suara mengonsumsi snack lebih dari 36%.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa gerak cepat dalam film action memicu penonton untuk makan dalam jumlah banyak. Uniknya, Wansink juga menemukan bahwa ternyata Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan frekuensi konsumsi makanan sehat, lho! Take advantage of this!

Share This Article