Aktivis Di Festival Film Bandung 2017 Nominasi | Breaktime
Aktivis Di Festival Film Bandung 2017 Nominasi
04.11.2017

Festival Film Bandung 2017 nominasi dibuat berdasarkan kualitas para pemain film televisi, sinetron, dan film layar lebar. Tak hanya para aktor dan aktrisnya, para pelaku di balik layar juga masuk dalam nominasinya. Selain itu juga, sederet film televisi, sinetron, dan film layar lebar juga mendapatkan penghargaan yang memang menjadi hak mereka. Acara yang digelar pada 15 Agustus 2017 kemarin cukup meriah dan disiarkan langsung di salah satu stasiun tv swasta. Lokasi pelaksanaannya pun berada di Auditorium Museum Sri Baduga, Bandung.

Ada empat pembagian penghargaan yang akan diberikan, antara lain film bioskop, film televisi, serial televisi atau sinetron, dan Lifetime Achievement Award. Dari masing-masing penghargaan masih dipecah lagi menjadi beberapa nominasi. Yang menarik perhatian Breaktime adalah salah satu nominasi Film Bioskop Terpuji yang terdiri dari lima nominasi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tragedi di Balik Murder of The Orient Express

Mereka adalah Cek Toko Sebelah, Athirah, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Kartini, dan Istirahatlah Kata-Kata. Dari lima nominasi tersebut, yang berhasil memenangkan penghargaan adalah Cek Toko Sebelah karya Ernest Prakasa. Padahal film-film yang lainnya tak kalah berkualitas. Sebut saja Istirahatlah Kata-Kata. Film yang satu ini memang pantas masuk dalam nominasi film bioskop terpuji.

Istirahatlah Kata-Kata adalah sebuah film yang dibuat berdasarkan puisi dan kehidupan Wiji Thukul. Siapa yang tak kenal dengan sosok ini? Ia adalah seorang aktivis demokrasi yang menghilang sejak tahun 1998 silam. Hingga kini ia tak bisa ditemukan dan kasusnya belum juga terungkap. Selain seorang aktivis, Thukul juga seorang penyair yang kerap menyuarakan ketertindasan melalui puisi-puisi karyanya. Pria yang lahir pada 26 Agustus 1963 ini aktif menggedor-gedor rezim Orde Baru untuk mau membuka kran demokrasi.

Aktivis Di Festival Film Bandung 2017 Nominasi | Breaktime
Masuk dalam Festival Film Bandung 2017 Nominasi
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
2 Rekomendasi Film Korea Ini Bikin Anda Tegang

Thukul masuk dalam daftar 14 aktivis yang dianggap sebagai dalang kericuhan pada saat itu. Ia pun melarikan diri ke setiap tempat persembunyiannya hingga akhirnya menghilang entah kemana. Film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Ia lebih fokus pada saat pelarian Thukul ke Pontianak selama 8 bulan. Periode ini menjadi periode paling krusial dalam hidupnya. Mungkin inilah salah satu nilai mengapa film Istirahatlah Kata-Kata masuk ke dalam Festival Film Bandung 2017 Nominasi.

Untuk menjajaki siapa Wiji Thukul, ia pun melakukan riset terlebih dahulu dengan menemui sahabat, musuh ideologi, teman satu organisasi, pedalaman Kalimantan, dan juga keluarga. Sampai akhirnya ia berhasil bertemu dengan teman bicara Wiji, Halim Hade untuk bisa menemukan sosoknya. Bahkan ia juga mempelajari sejarah tertulis yang ada di Ohio State University dan Belanda.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Geng Ibu Kembali Beraksi di A Bad Moms Christmas

Film Istirahatlah Kata-kata yang dibintangi Gunawan Maryanto sebagai Wiji Thukul, dan Marissa Anita sebagai Sipon, telah diputar di sejumlah festival film internasional. Istirahatlah Kata-Kata sempat ditayangkan di Locarno International Film Festival ke-69 di Swiss.

Pada intinya film ini bercerita tentang kehilangan, menjaga orang yang kita cintai, dan kesepian saat berada jauh dari orang-orang dalam konteks yang lebih luas agar masyarakat bisa mengenal sejarah. Jadi, menurut B’timers pantas kan film ini masuk dalam daftar Festival Film Bandung 2017 nominasi. Semoga saja akan terus ada film-film dalam negeri yang berkualitas, ya.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE