6 Film Horor Layar Lebar Indonesia yang Diadopsi dari Kisah Nyata | Breaktime
6 Film Horor Layar Lebar Indonesia yang Diadopsi dari Kisah Nyata
05.06.2015

Film Indonesia Yang Diangkat Dari Kisah Nyata

Apabila B’timers coba mencari tahu tentang film-film horor Hollywood yang diangkat berdasarkan kisah nyata melalui Google, maka akan muncul banyak nformasi terkait hal tersebut di internet. Tapi adakah film-film Indonesia yang bertemakan horor dan diambil dari kisah nyata?

(Baca juga: Film Pembangkit Jiwa Entrepeneur)

Mayoritas film-film horor di Indonesia lebih menggarisbesarkan konten seksualitas dan hanyalah fiksi semata. So, dapat dikatakan banyak film horor Indonesia tidak based on true story dong? Tapi jangan salah! Ada juga lho, film-film horor Indonesia  yang dibuat karena memang diambil dari kisah sebenarnya.
Penasaran? Berikut daftarnya:

Terowongan Casablanca

Film yang berdurasi 90 menit ini bercerita tentang seorang wanita yang melarikan diri karena disuruh menggugurkan kandungan oleh kekasihnya. Karena dalam keadaan mengandung, tentu saja upayanya untuk melarikan diri tidak berjalan dengan sukses. Alhasil, dia tertangkap dan dibunuh. Wanita tersebut akhirnya menjadi setan yang menghantui orang yang sudah membunuhnya.

Dalam cerita aslinya, hantu penunggu terowongan Casablanca juga merupakan korban pembunuhan yang dibunuh dalam keadaan mengandung.

Rumah Pondok Indah

Rumah Pondok Indah adalah film layar lebar yang dirilis pada tahun 2006 silam. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa ada sebuah keluarga kecil yang diteror oleh hantu atau arwah penasaran yang menempati rumah tersebut dan akhirnya mereka satu persatu meninggal dunia.

Kisah asli dari Rumah Pondok Indah bermula dari cerita masyarakat yang menyebar dari mulut ke mulut. Berawal dari seorang pedagang nasi goreng yang berjualan di depan rumah yang sudah digusur dan diratakan sejak tahun 2008 lalu itu, tiba-tiba menghilang setelah salah seorang penghuni rumah tersebut meminta dibuatkan nasi goreng. Padahal sudah lama rumah itu tidak berpenghuni. Namun kabar yang kini beredar adalah kisah penjual nasi goreng tersebut hanyalah hoax belaka.

Hantu Jeruk Purut

Film ini merupakan salah satu film bertemakan horor Indonesia yang ditayangkan pada bulan November 2006 . Film tersebut menceritakan tentang teror yang dilakukan oleh makhluk halus berwujud hantu tanpa kepala yang diyakini sebagai seorang pastor dan kuntilanak yang semasa hidupnya menjadi pembantu sang pastor. Kedua hantu ini meneror dan mengakibatkan salah seorang penulis novel bertemakan Hantu Jeruk Purut meninggal dunia.

Film tersebut merupakan adopsi dari kisah nyata yang menurut warga sekitar bahwa ada sosok hantu kepala buntung yang sebelumnya adalah seorang pastor dan dipenggal pada tahun 1986 silam. Banyak orang yang mengaku pernah menjumpai sosok hantu dengan postur tinggi besar tersebut.

Rumah Kentang

Rumah Kentang adalah salah satu film horor Indonesia dengan salah satu pemerannya adalah Sandy Aulia. Dalam film ini, Sandy Aulia berperan sebagai Sarah, seorang gadis cantik yang harus tinggal di sebuah rumah warisan mendiang ibunya karena untuk tinggal di kontrakan, biaya yang diperlukan cukup tinggi. Banyak hal ganjil terjadi ketika Sarah menempati rumah tersebut. Di rumah tersebut, Sarah ditemani oleh adiknya bernama Rika.

Kisah asli dari film Rumah kentang tersebut sampai sekarang masih simpang siur, ada yang menyebutkan bahwa hantu penunggu rumah adalah seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang, sampai dengan kasus mutilasi oleh seorang pembantu. Pastinya, menurut Ki Kusumo yang juga menjadi salah satu dari pemain di film tersebut mengatakan bahwa hawa mistis sangat kental dan kuat di rumah tersebut.

Hantu Pohon Boneka

Film yang disutradarai oleh Nayato Fio Nuala ini menceritakan sebuah keluarga kecil yang beranggotakan seorang ibu rumah tangga dan ketiga anaknya yang baru saja pindah rumah ke daerah yang didekatnya terdapat sebuah pohon. Karena kesibukan masing-masing, membuat si bungsu mendapatkan ‘teman’ baru yang berasal dari pohon tersebut.

Film ini diilhami dari urban legend yang ada di Kota Bandung. Bahkan kabarnya, pohon yang dinamakan Pohon Boneka tersebut juga ada di jalan Babakan Siliwangi, Bandung. Menurut orang-orang sekitar, arwah penunggu pohon tersebut adalah seorang anak kecil korban tabrak lari sekitar tahun 1981 an silam dan oleh masyarakat di daerah situ sering diberi boneka agar arwahnya tidak mengganggu.

Oo Nina Bobo

Film yang dibintangi oleh Revalina S. Temat pada tahun 2014 ini mengisahkan seorang anak kecil yang mengalami gangguan mental karena menurutnya seluruh keluarganya mati dibunuh oleh setan. 5 tahun berselang, ada seorang dokter yang melakukan terapi dengan maksud agar si anak itu dapat kembali ke rumahnya. Namun banyak kejadian menyeramkan terjadi.

Film ini diambil dari sebuah lagu dengan judul yang sama. Bahkan kabarnya, lagu Oo Nina Bobo adalah lagu yang diselimuti misteri dan menjadi legenda di Tanah Air sejak tahun 1920-an silam sampai sekarang ini. 

Bagi B’timers yang suka film-film bertemakan horor, tidak usah lagi menunggu rilisan film menyeramkan produksi Hollywood karena para sineas Indonesia juga tak kalah bagus dalam membuat film yang mampu membuat bulu kuduk merinding, apalagi diadopsi dari kisah nyata.

Share This Article