5 Top ‘80s Movies untuk Nostalgia di 2015! | Breaktime
5 Top ‘80s Movies untuk Nostalgia di 2015!
13.05.2015

Kalau sudah bicara soal film, rasanya we can never go to an end! Sejak dulu hingga sekarang dunia perfilman sudah melahirkan ribuan film dari genre a sampai z, mulai dari film yang kelewat biasa sampai box office peraih awards. Dan dari tahun ke tahun, kita tahu tidak sedikit film yang diangkat dari novel maupun kisah nyata ya, B’timers.

Nah, bicara soal tahun, Breaktime bakal mengajak Anda bernostalgia ke tahun ‘80-an, nih! Mari kita flashback pada masa itu lewat sederet film box officenya yang masih legit hingga masa kini. Inilah rangkuman 5 film terbaik di era 1980-an versi Breaktime. Simak, yuk!

Airplane (1980)

Film ini merupakan film paling lucu sepanjang dekade dan sekaligus merupakan salah satu dari sederet film pelopor yang mengusung genre serupa. Jika tahun 1970 dipenuhi dengan film mengerikan bertemakan disaster, film ini berikan hiburan segar lewat adegan-adegan kocaknya.

Raging Bull (1980)

Drama yang menceritakan kisah seorang petinju ini menyuguhkan akting memukau dari De Niro. Diklaim sebagai aktor terbaik di era ’70-an, ia berhasil menyabet Oscar keduanya lewat perannya sebagai Jake LaMotta di Raging Bull.

The Shining (1980)

Meski cukup menyimpang dari novel asli Stephen King, film adaptasi yang mengisahkan sebuah hotel berhantu ini dianggap sebagai salah satu film terseram yang pernah dibuat. Kolaborasi hebat aktor kawakan Jack Nicholson dengan sutradara Stanley Kubick kini masih tetap menjadi topik yang seru.

Raiders of the Lost Ark (1981)

Setelah Star Wars garapan George Lucas sukses menghipnotis penonton, sutradara kondang tersebut beri hadiah kecil pada sahabatnya Steven Spielberg dengan menghidupkan kembali karakter Indiana Jones yang sudah “mati” sejak 1930. Film berbudget $18 juta ini pun sukses menyabet piala Oscar.

E.T. (1982)

Inilah film sci-fi tentang alien yang tak lekang oleh waktu. Kisah horor yang ditulis Steven Spielberg ini menceritakan seluruh makhluk dari luar planet bumi haus akan darah. Film ini langsung “menggebrak” dan hendak dibuat sekuelnya namun  Spielberg menghentikannya karena dianggap akan mengubah kesan para moviegoers terhadap film orisinalnya.

Wah, apa kini B’timers sudah siap kembali ke bioskop di era 1980-an?

Share This Article