3 Film Sci-Fi yang Dianggap Tak Layak Dapat Oscar | Breaktime
3 Film Sci-Fi yang Dianggap Tak Layak Dapat Oscar
09.04.2015

Apabila B’timers coba mengingat-ingat kembali, pasti ada banyak sekali film-film bertemakan sci-fi yang beredar dan ditayangkan baik di bioskop atau di televisi. Memang, di antaranya ada yang sampai memenangkan penghargaan sebagai film terbaik, namun tidak sedikit pula yang justru terlihat aneh karena alur ceritanya terkesan dipaksakan.

Uniknya, jika Anda cermati, sampai sekarang pun masih banyak sutradara yang membuat film sci-fi yang tak layak ditonton. Tidak layak dalam hal ini bukan karena banyaknya adegan sadis atau porno di dalamnya, melainkan memang alur cerita sampai dengan penggarapannya yang kurang maksimal.

Tapi anehnya, beberapa film sci-fi yang dipandang kurang maksimal justru bisa meraih penghargaan Oscar seperti berikut ini:

The Wolfman (2010)

Film ini disutradarai oleh Joe Johnston
Film ini disutradarai oleh Joe Johnston

Film yang merupakan gubahan anyar dari film berjudul sama di tahun 1941 ini berhasil menyabet gelar Best Makeup di ajang Piala Oscar. Namun apabila B’timers perhatikan, kostum serigala yang dikenakan oleh pemeran utamanya tidak menggunakan efek komputer sama sekali. Karena dilakukan secara manual, tentu saja kostum tersebut terlihat kaku dan janggal. 

The Lord of the Rings: The Return of the King (2003)

Meski banyak mendapat penghargaan, film ini tak terlalu disukai para reviewer
Meski banyak mendapat penghargaan, film ini tak terlalu disukai para reviewer

Banyak reviewer mengatakan bahwa salah satu dari trilogi “The Lord of The Rings” ini tidak pantas mendapatkan 11 piala Oscar, mulai dari Best Adapted Screenplay, Best Art Direction, Best Costume Design, sampai dengan Best Visual Effects. Dikatakan tidak layak mendapatkan piala Oscar karena ada film ini dianggap kehilangan substansi, kurang kuatnya epic story untuk Orcs, Hobbits, dan Elves,  hingga adanya isu rasisme di dalamnya.

Batman Forever (1995)

Batman Forever memiliki prekuel Batman Returns dan sekuel Batman & Robin
Batman Forever memiliki prekuel Batman Returns dan sekuel Batman & Robin

Film yang dirilis secara resmi pada tanggal 16 Juni 1995 ini mendapatkan Best Sound Effects Editing dan Best Sound pada penganugerahan piala Oscar. Namun, film yang sukses untuk publikasinya ini, justru dijadi bahan cemoohan lantaran kostum sang tokoh utama yang dianggap menggelikan. 

Bagaimana menurut Anda, B’timers? Well, apapun label yang disematkan, tetap saja ketiga film tersebut memiliki tempat di hati penggemar masing-masing.

Share This Article