You’re Not Sick; You’re Thirsty, Kenali Pengaruh Dehidrasi | Breaktime
You’re Not Sick; You’re Thirsty, Kenali Pengaruh Dehidrasi
04.03.2015

Di tahun 1992 sempat beredar sebuah buku fenomenal berjudul “ Your Body’s Many Cries for Water” yang ditulis oleh Fereydoon Batmanghelidj, seorang dokter Iran lulusan St. Mary’s Hospital Medical School of London University. Buku tersebut terus diproduksi secara masal hingga di tahun 1997 mampu menembus angka 30 kali cetak.

Dalam buku setebal 196 halaman tersebut, Dr. F. Batmanghelidj menuliskan tentang penelitian klinis dan saintifiknya tentang peranan air dalam tubuh manusia. Ia bahkan mmebuat sebuah temuan terobosan yang mengungkapkan bahwa Unintentional Chronic Dehydration (UCD) ternyata memicu terjadinya stress, rasa nyeri akut, serta berbagai penyakit lainnya.

Hal itulah yang kemudian membuat Batmanghelidj menyimpulkan “Waiting to get thirsty is wrong.” Menurut Batmanghelidj, berbagai penyakit yang ada dalam tubuh seringkali memiliki awal yang sangat sederhana, yakni tubuh mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, karya Batmanghelidj ini juga mengajarkan Anda untuk mengenali berbagai tanda biologis when your body is calling for water. 

Yap, simply by adjusting your water intake, you can help to live a healthier and pain-free life. Bahkan, secara lebih jauh pria yang pernah bertugas sebagai political prisoner in an Iranian jail ini juga menuturkan bahwa air dapat menyembuhkan penyakit asma, sakit punggung, artritis, migraine, hingga menurunkan berat badan tanpa perlu menjalani diet ketat, wow!

Jadi, kapanpun B’timers merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu, jangan terburu-buru untuk mengonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri atau sakit. Cobalah meminum beberapa gelas air putih karena bisa jadi rasa sakit tersebut adalah sebuah sinyal  yang dikirimkan tubuh akibat dehidrasi.

Share This Article