Worth Reading Book in Law Enforcement: “Guantanamo Diary” | Breaktime
Worth Reading Book in Law Enforcement: “Guantanamo Diary”
04.02.2015

Atmosfer baru buku bacaan kembali berhembus dari sebuah catatan harian seorang pria berkebangsaan Mauritania yang dipenjara dalam di Guantanamo Bay, Kuba, selama bertahun-tahun. Buku terbaru ini kemudian dikemas dalam bentuk biografi sekaligus catatan harian yang sangat layak untuk menjadi bacaan teratas, terutama bila Anda tertarik dengan ranah penegakan hukum.

Adalah Mahamedou Ould Slahi yang merupakan penulis sekaligus tokoh utama yang ada dalam buku terbaru bertajuk “Guantanamo Diary”. Slahi mulai menulis catatan perjalanannya sebagai narapidana Guantanamo tiga tahun sebelum ia dibebaskan dari penjara militer Amerika Serikat tersebut.

Buku ini mulai menjabarkan perjalanan hidup Slahi pasca serangan WTC 9/11, persis ketika ia ditahan di Mauritania, kemudian peraturan militer menetapkannya untuk dipindahkan ke Jordan. Tak terlalu lama berada di Jordan, ia pun dibawa ke Amerika dalam kondisi yang mengenaskan, tangan-kaki dirantai dan tubuh hampir telanjang!

Dalam perjalanannya menuju negara Paman Sam tersebut, ia menceritakan betapa beratnya menjaga pandangan optimis di tengah perlakuan tentara yang mencabik-cabik pakaiannya dengan gunting. Belum lagi ia juga dihadapkan pada ketakutan untuk mendekam di penjara AS seumur hidupnya.

Slahi menuturkan bahwa ia mulai menjadi perhatian pihak AS setelah pemberontakan di Afganistan yang terjadi di awal tahun 1990-an. Ia juga dituduh bergabung dengan kelompok al-Qaida yang kala itu bertempur melawan kekuatan komunis Uni Soviet yang tengah mengepung Afganistan.

Kendati resmi dijebloskan ke penjara Guantanamo Bay tahun 2002, tetapi pihak Amerika Serikat sendiri tak pernah mendakwanya telah melakukan tindak kriminal tertentu. Di sisi lain, pihak pemerintah AS juga tidak bersedia untuk membebaskan Slahi ketika Hakim Federal memerintahkan pembebasannya di bulan Maret 2010.

Karya non-fiksi Slahi ini akan benar-benar membuka mata Anda lebar-lebar tentang rekaman ketidakadilan serta catatan pengalaman pribadi seorang mantan narapidana yang disampaikan dengan gaya bahasa lincah dan diselingi “bumbu” humor-humor satir. This book is truly worth reading!

Share This Article