Wah, Ternyata Kecerdasan Emosional Lebih Penting dari IQ Tinggi | Breaktime
Wah, Ternyata Kecerdasan Emosional Lebih Penting dari IQ Tinggi
26.05.2015

Sebagai manusia modern yang sudah mengenyam bangku pendidikan, telah mengikuti derasnya arus globalisasi, dan menjalani gaya hidup masa kini sarat dengan teknologi, tentu secara langsung maupun tidak langsung otak kita tercerdaskan melalui proses belajar tiada henti, B’timers. Namun, percayakah Anda bahwa kecerdasan intelektual sebenarnya tidak sepenting itu?

Indeed, dalam kehidupan kita, sudah menjadi stereotipe bahwa orang yang pintar dan cerdas akan mendapat pekerjaan lebih baik dan menjadi orang yang lebih dipandang serta dihormati orang lain. Tetapi, bukan kecerdasan intelektual yang paling penting, melainkan kecerdasan emosional atau emotional intelligence.

That’s true, memang sudah banyak anggapan bahwa IQ tidak menjamin kesuksesan, kebahagiaan atau kebaikan seseorang. But how is it explained? Buku “Emotional Intelligence” karangan Daniel Goleman adalah jawaban tepat dari tanda tanya besar itu. Pertanyaan silly seperti “Bagaimana orang yang tidak pintar bisa hidup sukses dan bahagia?” bakal diuraikan jawabannya di sini.

Author Daniel Goleman dengan cerdas menggambarkan batas antara psikologi dengan neuroscience yang menuntun kita pada “two minds”, yaitu rasional dan emosional dan bagaimana keduanya mengantarkan kita pada takdir yang menanti. Dengan menguraikan contoh yang jelas dan nyata, Goleman menggambarkan lima skill kecerdasan emosional yang krusial.

Daniel Goldman ungkapkan pentingnya kecerdasan emosional dalam kehidupan
Daniel Goldman ungkapkan pentingnya kecerdasan emosional dalam kehidupan

Kelima skill itulah yang berperan penting menentukan kesuksesan kita dalam relationship, pekerjaan dan bahkan kesejahteraan kita secara fisik. Yang paling menarik adalah sudut pandang lain yang benar-benar baru dalam menilai kecerdasan itu sendiri. Kabar gembiranya, “emotional literacy” bukanlah sesuatu yang dapat tercapai sepenuhnya sejak usia dini.

Banyak pihak yang turut serta dan berperan penting dalam pencapaian ini, termasuk guru, orangtua, business leader dan setiap orang yang lebih care dan peduli dengan kehidupan sosial. Merekalah yang akan “membantu” kita dalam mencapai kecerdasan emosional.

Buku bestselling ini diterbitkan pertama kali pada 1 Januari 1995, dan telah dibuat hingga edisi terakhirnya yang ke-10 setebal 384 halaman, published 26 September 2006. Jika B’timers ingin menggali lebih dalam tentang hebatnya kecerdasan emosional dan peranannya dalam kehidupan, Emotional Intelligence adalah bacaan sempurna.

Share This Article