To Conquer the Air, Kisah Wright Brothers Taklukkan Angkasa | Breaktime
To Conquer the Air, Kisah Wright Brothers Taklukkan Angkasa
16.06.2015

Jasa para penemu di zaman dahulu begitu besar bagi hajat hidup orang banyak hingga sekarang. Termasuk alat transportasi yang kini biasa kita gunakan untuk bepergian. Mulai dari mobil, kereta api, kapal laut, hingga pesawat. Bicara soal pesawat, tentu kita patut berterima kasih kepada Wright Brothers yang telah berhasil menciptakan pesawat, B’timers.

Bertahun-tahun kemudian, banyak penulis yang menuangkan kisah inspiratif dua tokoh ini ke dalam buku. Salah satunya ialah James Tobin, seorang author peraih award lewat buku-bukunya Ernie Pyle’s War dan The Man He Became. Kali ini ia sukses menumpahkan idenya yang mengulas kisah Wright brothers dan saingan mereka, Samuel Langley.

Selama sepuluh tahun, Wilbur dan Orville Wright “berseteru” dengan Langley. Wright brothers telah melakukan eksperimen tanpa hasil yang jelas selama bertahun-tahun. Support hanya datang dari keluarga mereka yang luar biasa. Sementara, Samuel Langley justru sebaliknya. Bernasib baik dan penuh keberuntungan, Langley dikontrak oleh US War Department.

Ia pun mendapat dukungan penuh Smithsonian Institution untuk semua bahan yang dibutuhkan dalam membuat mesin penerbang pertama, itulah misi yang diembannya. Namun, saat Langley melihat masalah penerbangan ada pada kekuatan, Wright brothers melihat masalahnya terletak pada keseimbangan.

James Tobin sukses tuangkan kisah Wright brothers dalam sebuah novel
James Tobin sukses tuangkan kisah Wright brothers dalam sebuah novel

Akhirnya, mesin percobaan mereka mengambil dua jalur yang berbeda, Langley melesat menuju kegagalan, sementara Wright brothers melesat menembus angkasa. Setelah berkali-kali gagal dan menghadapi begitu banyak rintangan, akhirnya Wright brothers sukses menciptakan pesawat terbang efektif yang pertama.

Dengan dasar sejarah yang kuat dan akurat, serta sudut pandang yang tajam dari seorang novelis, Tobin sukses menggambarkan momen luar biasa dalam sejarah. Buku ini dikemas dengan sangat menarik dan unik. Untuk sebuah novel setebal 448 halaman yang terbit 3 Mei 2004, To Conquer the Air merupakan sebuah pencapaian prestasi yang heroik. Perluas wawasan B’timers lewat buku ini!

Share This Article