The Stuff of Thought Kawinkan Bahasa dengan Sifat Manusia | Breaktime
The Stuff of Thought Kawinkan Bahasa dengan Sifat Manusia
09.06.2015

Sejak lahir, manusia dianugerahi lima panca indera yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Dengan bekal inilah seseorang tumbuh menjadi pribadi dewasa yang berwawasan luas serta tak hentinya belajar untuk terus mengembangkan diri dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Namun, apa sebenarnya yang menjadi penghubung antara satu manusia dengan yang lain?

Penulis bestselling New York Times, Steven Pinker berhasil memadukan kecerdasan sains dengan kemampuan verbal dalam sebuah ide powerful yang menjawab pertanyaan tersebut. Setelah sukses menjadi finalis Pulitzer Prize lewat bukunya The Blank Slate, Pinker kembali berkarya dan menuangkan idenya ke dalam buku The Stuff of Thought.

Dalam buku throwback yang terbit tahun 2007 ini, Pinker mengawinkan dua subyek yang sangat dipahaminya, yakni bahasa dan sifat manusia. Ia mengemas tulisannya dengan unik dan jujur, menceritakan hal-hal terkait bahasa yang sepele dan jarang terpikirkan oleh kita. Bagaimana umpatan menggambarkan emosi kita yang sebenarnya, atau mengapa sindiran menyiratkan sesuatu tentang hubungan kita dengan orang lain.

The Stuff of Thought menguraikan bahasa dan pengaruhnya terhadap sifat manusia
The Stuff of Thought menguraikan bahasa dan pengaruhnya terhadap sifat manusia

Pinker mengungkapkan bagaimana pemilihan bahasa yang kita gunakan sangat mempengaruhi hal-hal yang terjadi di masa depan, dan juga bagaimana gagasan serta ide muncul dari kata-kata yang kita pikirkan dan ucapkan. Bahkan, nama yang diberikan orangtua kepada bayi yang baru lahir juga menyiratkan seperti apa hubungan si orangtua dengan sang bayi, dan juga dengan masyarakat!

Dengan gaya jenaka yang khas, Pinker membeberkan pertanyaan berbau sains seperti bagaimana bahasa bisa berpengaruh terhadap pemikiran seseorang, dengan bahasan random yang umum dijumpai sehari-hari. Pemikiran tersebut tertuang dalam pertanyaan semacam “Mengapa bulk e-mail disebut spam?” yang jelas hampir tak terpikirkan oleh kita, bukan?

The Stuff of Thought adalah sebuah buku dengan ide yang brilian dan sangat layak untuk dibaca. Buku ini akan membuka cakrawala wawasan dan membuat kita sadar dengan detail kecil sehari-hari yang sering luput dari pemikiran kita. Penasaran bagaimana bahasa bisa menyihir manusia lewat kata-kata yang mempengaruhi pikiran? Read this book, B’timers!

Share This Article