The Picture of Dorian Gray, Sastra Modern Paling Kontroversial | Breaktime
The Picture of Dorian Gray, Sastra Modern Paling Kontroversial
13.04.2015
“You don’t love someone for their looks, or their clothes, or for their fancy car, but because they sing a song only you can hear.”
-Oscar Wilde-

Bila B’timers adalah penikmat berbagai jenis karya sastra, pastinya tak asing lagi dengan nama Oscar Wilde, bukan? Pria Irlandia yang lahir di tahun 1854 ini sukses mengeluarkan berbagai karya sastra fenomenal yang hingga kini masih sering dinikmati para pembacanya, bahkan di bedah di berbagai perguruan tinggi sebagai salah satu karya klasik yang mencuri perhatian para pemikir intelektual.

Di antara semua karyanya yang fenomenal, novel berjudul “The Picture of Dorian Gray” menjadi salah satu karya paling “menyentak” perhatian publik. Novel filosofis Oscar Wilde ini pertama kali diterbitkan dalam bentuk cerita utuh di bulan Juli tahun 1890 oleh sang editor Lippincott’s Monthly Magazine.

Namun khawatir cerita ini menuai banyak protes dan kontroversi, sang editor pun diam-diam menghilangkan setidaknya lima ribu kata sebelum karya Wilde ini diterbitkan. Selain mengalami penyensoran, “The Picture of Dorian Gray” juga dianggap menodai moral para editor buku di Inggris.

Penulis fenomenal dan kotroversial, Oscar Wilde
Penulis fenomenal dan kotroversial, Oscar Wilde

Buku setebal 254 halaman ini bercerita tentang seorang pemuda kharismatik bernama Dorian Gray yang memiliki paras tampan dan menyiratkan kehidupan masa muda tanpa dosa.  Ketampanan Dorian ini pada akhirnya membuat seorang pelukis terkenal bernama Basil Hallward mencurahkan kecintaanya pada Dorian ke dalam sebuah maha karya lukisan.

Selain Basil Hallward, Dorian juga memiliki sahabat lain bernama Lord Henry yang gemar memandang dunia dengan pemikiran sinis dan skeptis. Lord Henry pun secara perlahan menyuntikkan pemahamannya ini pada Dorian sehingga membuat pemuda usia 20 tahun itu memuja kemudaan. Ia pun akhirnya berdoa agar lukisan Basil lah yang menua, bukan dirinya.

Entah mengapa, doa Dorian ini terwujud. Namun, ternyata hal inilah yang makin membuat jiwa Dorian makin gelap, rapuh, dan tak sanggup bangkit dari berbagai keterpurukan. Paduan unsur sisi kegelapan pribadi manusia serta berbagai pelajaran moral tentang “keabadian” inilah yang menjadikan karya Wilde selalu fenomenal.

Yap, his mesmerizing tale of horror and suspense has enjoyed wide popularity. “The Picture of Dorian Gray” sukses menjadi karya Wilde yang paling spektakuler dalam ranah sastra modern di masanya yang tak boleh B’timers lewatkan begitu saja!

Share This Article