The Kite Runner, Sisi Lain Bocah-Bocah Afganistan | Breaktime
The Kite Runner, Sisi Lain Bocah-Bocah Afganistan
22.05.2015
“People say that eyes are windows to the soul”
-Khaled Hosseini-

Di balik perang politik yang tak berkesudahan di Afganistan, terselip sebuah cerita epik tentang persahabatan dua orang anak kecil yang berhasil “menyihir” semua pembacanya. Yap, di bulan April 2004, novel “The Kite Runner” besutan Khaled Hosseini berhasil menyabet predikat #1 New York Times Bestselling Debut.

The Kite Runner bertutur tentang perjalanan tokoh utama bernama Amir dan hubungan emosionalnya dengan sang Ayah dan sahabat kecilnya, Hassan. Diwarnai dengan kultur Afganistan yang sangat kental, B’timers akan akan diajak untuk melihat arti persahabatan dan masa kanak-kanak dalam perspektif yang berbeda.

Novel setebal 496 halaman ini dibuka dengan ingatan Amir tentang masa kecilnya di Afganistan dan serangkaian kejadian masa lalu yang membuatnya harus meninggalkan tanah airnya dan memulai hidup baru di Amerika.

Karya spekatakuler Khaled Hosseini tentang persahabatan sekaligus pengkhianatan
Karya spekatakuler Khaled Hosseini tentang persahabatan sekaligus pengkhianatan

Kepiawaian Khaled Hosseini terlihat dari karakter Amir yang dibangun dan tumbuh dengan “sisi gelap manusiawi “yang membuatnya begitu nyata bagi pembaca. B’timers akan terkesima dengan kejujuran Amir kecil dalam menilai segala. Namun, kejujuran inilah yang membuat B’timers menilai Amir sebagai sosok yang apa adanya, tanpa ada rasa simpati atau benci berlebihan.

Di sisi lain, karakter Hassan dibangun berawal dari kemurnian hatinya yang siap berkorban apa saja untuk Amir. Sekilas, sosok Hassan memang terlihat begitu naïf dan menciptakan ketidaknyamanan bagi seseorang “senormal” Amir. Namun, dari Hassan-lah B’timers akan belajar banyak hal tentang ketulusan dalam persahabatan dan persaudaraan.

Namun, Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabat dan saurdaranya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit dan kelak akan menjadi “teror” tersendiri. Masa lalu yang telah dikuburnya, selalu menyeruak kembali menyisakan penyesalan tak berujung.

Berkisah tentang kasih sayang, penghianatan, dan penderitaan, The Kite Runner akan menghadirkan sisi-sisi lain Afganistan. Apa yang sebenarnya terjadi dalam persahabatan Amir dan Hassan hingga Amir seolah tumbuh layaknya layang-layang putus yang tak tentu arah? Temukan jawabannya dalam buku yang sarat akan berjuta makna ini.

Share This Article