Ternyata Tak Semua Autobiografi Steve Jobs Direstui Apple | Breaktime
Ternyata Tak Semua Autobiografi Steve Jobs Direstui Apple
01.04.2015
"Becoming Steve Jobs gets the focus pricesely right … Riveting, insightful, uplifting – Read it and learn!”
-Jim Collins-

Sesaat setelah kematian sang revolusioner sekaligus pendiri Apple, Steve Jobs, di tahun 2011 lalu, Walter Isaacson merilis sebuah buku dengan judul “Steve Jobs” yang meledak dan laris manis di pasaran. Bagi B’timers yang berkesempatan membeli atau membaca buku tersebut, pasti bisa mengetahui hal-hal pribadi dari Jobs yang tidak pernah dipublikasikan selama masa hidupnya. Namun uniknya, buku berjudul Steve Jobs tersebut justru tidak mendapatkan ‘restu’ dari Apple. Ya, Apple mengungkapkan bahwa apa yang ditulis oleh Isaacson  tidak sesuai realita.

Berselang beberapa tahun setelah karya Isaacson terbit, muncul satu lagi buku karangan Brent Schlender dan Rick Tetzeli yang mengangkat tema sama yaitu seputar kehidupan Steve Jobs. Buku berjudul “Becoming Steve Jobs: The Evolution of a Reckless Upstart into a Visionary Leader” ini juga memuat kiat-kiat Jobs dalam membangun Apple menjadi perusahaan besar dan kehidupannya sebagai sebagai revolusioner yang banyak dicintai sekaligus dibenci.

Hadirnya buku yang sudah dijual di Amazon, iBooks, Barnes & Noble, serta Indiebound ini ternyata mendapatkan pujian dari para petinggi Apple seperti Tim Cook, Jony Ive, sampai dengan Eddy Cue. Bahkan, Eddy Cue sebagai pimpinan divisi software Apple mengatakan, “Becoming Steve Jobs adalah satu-satunya buku tentang Steve yang direkomendasikan bagi orang-orang yang mengenal baik dirinya.”

Becoming Steve Jobs: The Evolution of a Reckless Upstart into a Visionary Leader
Becoming Steve Jobs: The Evolution of a Reckless Upstart into a Visionary Leader

Buku setebal 464 halaman ini mengangkat kisah hidup Jobs semenjak ia masih menjadi sosok pemuda menjengkelkan sampai berubah menjadi seseorang yang berpandangan maju. Tidak hanya kehidupan pribadinya saja, B’timers juga dapat membaca semua hal mengenai kariernya termasuk saat ia didepak dari Apple.

Salah satu hal yang membuat buku ini lebih baik dari karya Isaacson adalah karena Schlender dan Tetzeli melengkapi buku tersebut dengan kisah ketika Jobs harus berjuang mati-matian, terperosok, terjatuh dan menghadapi seluruh kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya.

B’timers juga akan mendapati kisah-kisah yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya terkait dengan orang-orang dekatnya, keluarga, rekannya di Apple, Pixar dan Disney, juga pandangannya tentang para petinggi Apple lainnya. Dalam buku ini Anda juga akan menemukan filsafah hidup yang diperoleh Jobs selama masa ‘pengasingannya’ dari Apple.

Kalau mengaku penggemar Steve Jobs, tentulah buku ini wajib dibaca. Dan bagi Anda yang butuh motivasi lebih, buku ini juga merupakan sumber inspirasi yang sempurna.

Share This Article