Sensory Fiction: Saat Membaca Terasa Seperti Berpetualang | Breaktime
Sensory Fiction: Saat Membaca Terasa Seperti Berpetualang
15.03.2015

Do you know why do people love reading so much? Well, the power of great book will transport you and taking you into another place and time. Inilah cara yang bisa dilakukan untuk merasakan sebuah petualangan fantasi luar biasa meski tanpa beranjak dari tempat duduk barang satu inci pun. Namun, bagaimana bila imajinasi Anda belum sepenuhnya berhasil merasakan keartistikan dari sebuah karya sastra fenomenal?

Untuk itulah sejumlah mahasiswa teknik di MIT, the world-renowned private research university on the east cost of the US, melakukan sebuah gebrakan dengan lahirnya alat yang bisa membantu pembaca untuk merasakan emosi karakter yang ada dalam buku. Ini merupakan proyek pertama dalam bidang Science Fiction to Science Fabrication yang digawangi oleh Felix Heibeck, Alexis Hope, dan Julie Legault.

Alat baca fenomenal yang dikenal dengan sebutan “Sensory Fiction” ini mampu menciptakan emosi tertentu dengan cara menggabungkan jaringan sensor dan aktuator yang terpasang dalam wearable vest. Gabungan kedua teknologi inilah yang akan mengubah pencahayaan, suara, temperatur, bahkan mengatur detak jantung pembaca sesuai dengan yang dialami tokoh utama dalam buku.

Para teknisi tersebut kemudian mengujicobakan teknologi baca ini pada karya pria yang terkenal dengan nama pseudonym-nya, James Tiptree, berjudul “The Girl Who Was Plugged In”. Tulisan sastrawan yang memiliki nama asli Alice Bradley Sheldon ini menjadi pilihan lantaran karya tersebut menampilkan berbagai setting yang luar biasa dan menghadirkan emosi yang paling fluktuatif.

Ketika ditemui oleh sejumlah awak media, empat mahasiswa teknik MIT tersebut hanya berkomentar ringan soal temuan mereka “new ways of experiencing and creating stories.” Namun, apakah hal ini berarti bahwa pembaca sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berimajinasi dengan pikiran mereka sendiri ketika menggunakan rompi Sensory Fiction? Tenang saja, though this device is provided with new means of conveying plot, mood, and emotion, it’s still allowing space for your imagination.

Share This Article