No Limits: Kisah Sukses Michael Phelps, Atlet Renang Muda dan Ganteng dari AS | Breaktime
No Limits: Kisah Sukses Michael Phelps, Atlet Renang Muda dan Ganteng dari AS
17.06.2015
“Records are made to be broken no matter what they are.”—Michael Phelps

Siapa yang tak kenal dengan sosok pria muda dengan tubuh atletis dan perwajahan ganteng, Michael Phelps? Tak hanya memiliki dada bidang dan bahu lebar yang bikin kaum Hawa sering jejeritan, Phelps juga sukses membungkam dunia dengan banyak medali dalam sejarah atlet Olimpic.

Michael Phelps lahir pada tanggal 30 Juni 1985 di Baltimore, Maryland. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Fred dan Debbie Phelps. Ayah Phelps adalah seorang tentara Amerika dan ibunya bekerja sebagai kepala sekolah menengah.

Phelps mulai belajar berenang ketika dua orang kakaknya Whitney dan Hilary bergabung dengan tim renang lokal. Whitney pernah mencoba untuk masuk dalam U.S. Olympic Team di tahun 1996. Namun, di usia ke-15 ia mengalami luka yang menghentikan karirnya.

Buku Phelps bersama Alan Abrahamson di tahun 2009
Buku Phelps bersama Alan Abrahamson di tahun 2009

Phelps yang saat itu masih berusia 7 tahun sempat merasa takut untuk merasakan kepala tenggelam di bawah air. Oleh karena itu, sang pelatih mengizinkan Phelps untuk berenang di atas punggungnya. Tak heran bila gaya renang yang pertama dikuasai Phelps adalah gaya punggung.

Setelah ia melihat perenang Tom Malchow dam Tom Dolan berkompetisi di tahun 1996 dalam ajang Summer Games Atlanta, Phelps mulai berambisi untuk ikut dalam kejuaraan. Kemudian, di usia ke-15 ia pun menjadi perenang termuda Amerika yang berkompetisi dalam ajang Olympic Games yang ke-68.

Prestasi demi prestasi pun semakin banyak ditorehkan oleh Phelps. Dalam sebuah bukunya berjudul No Limits: The Will to Succeed setebal 240 halaman, ia menuturkan bahwa kunci kesuksesannya diawali dari keseriusan masa training, persiapan mental, dan akhirnya performa maksimal di kolam.

Seperti halnya Michael Jordan dan Tiger Woods, Phelps telah banyak belajar cara untuk menyaring berbagai gangguan agar ia tetap fokus. Buku ini menggali kerja keras, komitmen, dan pengorbanan untuk sampai pada tujuan yang diinginkan.

Share This Article