Menyibak Wisata Terselubung Ibu Kota Lewat Buku | Breaktime
Menyibak Wisata Terselubung Ibu Kota Lewat Buku
11.04.2015

Apakah B’timers merupakan seorang traveler yang gemar bepergian ke luar negeri? Itu sah-sah saja kok, apalagi jika Anda memang menyediakan budget khusus untuk traveling. Tetapi, sebenarnya di Indonesia sendiri ada banyak tempat wisata mempesona dan punya daya tarik yang tak kalah dengan wisata luar negeri lho. Khususnya bagi para backpacker yang doyan bepergian dengan gaya bebas dan menelusuri tempat-tempat seru yang terselubung.

Tak perlu pergi jauh-jauh, jalan-jalan di ibukota saja, yuk! Ada panduan seru nih, untuk bertualang keliling Jakarta dalam buku “Jakarta: 25 Excursions In and Around Jakarta’s Capital”. Buku ini berisi rekomendasi tempat-tempat yang bisa dikunjungi dengan jalan kaki dan naik transportasi umum. Serunya lagi, seakan membuka selubung wisata Jakarta, lokasi-lokasi yang dijelaskan di buku ini umumnya tak ada di buku panduan wisata!

Andrew Whitmarsh dan Melanie Wood
Andrew Whitmarsh dan Melanie Wood

Adalah pasangan suami istri Andrew Whitmarsh dan Melanie Wood, si penulis buku yang sudah menetap di Jakarta selama bertahun-tahun. Sebelum pindah ke Jakarta mereka dulunya tinggal di Amerika. Andrew sendiri adalah mantan penjaga perdamaian di Georgia yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan beralih profesi menjadi travel writer bersama istrinya Melanie yang berprofesi sebagai fotografer.

Saat pertama kali beradaptasi dengan kota Jakarta yang “panas”, Andrew sempat merasa frustrasi. Untuk menghilangkan rasa stress tersebut, ia mengayuh sepeda menyusuri jalanan Jakarta. Dan tak diduga, kecintaannya pada Jakarta makin tumbuh setelah menemukan hidden escapes di tengah kota yang sangat padat.

Mengacu pada judul buku yang ditulisnya, ada 25 rekomendasi rute perjalanan di Jakarta dan sekitarnya, yakni Bogor, Jatiluhur, Puncak, dan Jonggol. Hebatnya, Andrew memberi penjelasan secara detail tentang nama jalan, lingkungan sekitarnya, berbagai tarif transportasi umum, sampai aneka gerai makanan yang tak lazim dikunjungi turis.

Bahkan, ia menyelami seluk-beluk karakter penduduk ibukota dan memberikan tips untuk menghadapi “ganasnya” jalan raya di Jakarta. Andrew juga tak “memoles” ulasannya tentang berbagai tempat yang ia kunjungi. Dengan gamblang ia menceritakan apapun kondisi tempat yang didatanginya, misalnya saja Kota Tua yang disebutnya kumuh, namun ia mengerti hal itu disebabkan belum adanya pengelolaan dengan baik. Dalam bukunya ini, Andrew mengajak pembaca untuk lebih menikmati perjalanan daripada berfokus pada tujuan wisatanya.

Jika sebelumnya berjalan kaki atau bersepeda untuk wisata keliling Jakarta tidak pernah terlintas di pikiran B’timers, now let’s try this out of the box idea!

Share This Article