Menyibak Mahakarya Novel Modern Pertama, “Don Quixote” | Breaktime
Menyibak Mahakarya Novel Modern Pertama, “Don Quixote”
20.02.2015

Bagi Anda penggemar fiksi-fiksi modern, tak tertarikkah Anda untuk mengetahui seperti apakah karya sastra yang dinobatkan sebagai novel modern pertama? Well, seorang penyair sekaligus penulis novel ternama asal Nigeria, Ben Okri pernah berujar “If there is one novel you should read before you die, it is Don Quixote.”


Yap, sebegitu fenomenalnya karya sastra setebal 982 halaman ini sampai-sampai mendapatkan apresiasi yang begitu banyak dari sejumlah penulis terbaik di seluruh penjuru dunia. Mahakarya Miguel de Cervantes ini pada awalnya diterbitkan pada tahun 1605.


Novel ini sendiri berkisah tentang seorang pria Spanyol yang hidup di abad pertengahan bernama Don Quixote. Lelaki bertubuh jangkung dan memiliki perangai aneh ini begitu terpikat dengan kisah-kisah ksatria pemberani yang dibacanya. 
Bahkan, ia sampai percaya bahwa dirinya adalah sosok ksatria pemberani yang dibacanya.

Ia pun akhirnya bergerak untuk meyakinkan petani bernama Sancho Panza, seorang pria bertubuh gemuk untuk menjadi pengawalnya yang paling setia. Getting obsessed with the chivalrous ideals found in romantic books, ia pun memutuskan untuk menggunakan tombak dan pedangnya untuk membantu kalangan lemah dan menghancurkan segala bentuk kejahatan. 


Novel yang sukses diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa ini benar-benar hadir dengan memberikan banyak inspirasi pada para pembacanya. Maka tak heran bila novel legendaris ini masuk dalam jajaran “Barnes & Noble Classics series” yang menawarkan dengan kualitas tak main-main.


This novel is really perfect for students and the general readers. Kedalaman, kekuatan, dan kekayaan makna dalam Don Quixote benar-benar mampu menangkap imajinasi para pembaca all over the world. Well, it seems that you really have to read this first modern novel and don’t let yourself die of curiosity.

 

Share This Article