Menyibak Kehidupan Sang Maestro Jazzz: Louis Armstrong | Breaktime
Menyibak Kehidupan Sang Maestro Jazzz: Louis Armstrong
09.03.2015

Setelah hampir 100 tahun pasca populernya Chicago’s music scene yang berada di bawah pengawasan Joe “King” Oliver, pada akhirnya nama Louis Armstrong dikenal sebagai musisi yang paling berpengaruh di abad ke dua puluh satu. He is a trumpet virtuoso, seductive crooner, and consummate entertainer, as well.

Di tangan novelis Thomas Brothers inilah, kisah sang maestro legendaris Louis Armstrong tampil dalam sebuah karya biografi terbaik. Dengan sangat apik, buku berjudul “Louis Armstrong” yang terbit di tanggal 23 Februari 2015 ini memotret semua perjalanan Armstrong.

Musisi yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1901 ini merupakan pria fenomenal yang menjadi tonggak kejayaan musik jazz. Di tangannya, musik jazz lahir dengan stylistic innovation. Namun, sayangnya karir Armstrong sebagai seorang musisi tidak berjalan mulus. 

Pria kulit hitam yang lahir di New Orleans, Louisiana ini tak henti-hentinya mendapatkan kritik tajam. Yap, di tengah kepopuleran karya-karyanya yang selalu bergema di seluruh penjuru dunia, Armstrong juga harus dihadapkan pada berbagai cemoohan menyayat hati terkait rasisme. Namun, semua ini tak menghalangi Armstrong untuk terus berkarya dan mencapai puncak hingga di tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an, Armstrong berhasil menelurkan tak hanya satu, tapi juga dua modern musical styles!

Kehebatan musisi yang juga dikenal dengan julukan Master of Modernism ini menuai berbagai penghargaan atas kemampuannya untuk memadukan sejarah budaya, wawasan musik mendalam, serta bakat istimewanya ke dalam karya-karya musik jazz yang dihasilkannya. Bagian inilah yang sukses ditampilkan oleh Thomas Brothers in his vivid prose and with vibrant photographs.

Share This Article