Mahakarya Churchill: A History of the English-Speaking People | Breaktime
Mahakarya Churchill: A History of the English-Speaking People
11.03.2015

“History will be kind to me for I intend to write it.”

-Winston Churchill-

Winston Churchill merupakan salah satu sosok pemimpin dunia yang begitu legendaris di abad ke-20. Melalui perjalanan karir politik yang panjang mulai dari tahun 1900 hingga 1964, ia akhirnya berhasil meraih posisi penting dalam British Cabinet. Churchill mencapai puncak kejayaan karirnya ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri, most memorably during the Second World War.

Dalam sebuah pernyataannya di tahun 1938, pria kelahiran tahun 1874 ini pernah menuturkan “Words are the only thing that last forever”. Pernyataan inilah yang kemudian akhirnya dipraktikkan Churchill dengan lahirnya empat serial buku sejarah fenomenal yang terkumpul dalam satu judul besar “A History of the English-Speaking People” yang terbit tanggal 26 Maret 2015. 

“The Birth of Britain” adalah serial pertama yang mendapatkan sambutan luar biasa dari para pembaca. This book is just immensely popular! Di serial pertama ini, Anda akan diajak untuk mengetahu sejarah pembentukan negara Inggris. Serial ke dua, “The New World” menggali lebih dalam tentang kemunculan Inggris dalam panggung dunia serta memuat kerusuhan yang terjadi di dalam negara.

Sementara itu, serial ketiga berjudul “The Age of Revolution Churchill” menampilkan kebangkitan Inggris Raya sebagai world power. Selain itu, pertikaian panjang antara Inggris dengan Perancis, kebangkitan Napoleon dan kekalahannya dalam Perang Waterloo (1815) juga ikut dijabarkan Churchill dalam buku serial ke tiganya ini.

Untuk melengkapi sejarah Inggris, Churchill mengeluarkan serial ke empat yang sekaligus penutup karya legendarisnya ini dengan judul “The Great Democracies” yang menceritakan tentang peran fundamental English-speaking people played in bringing economic progress and political freedom to the world at large.

Buku yang ditulis dengan “kekuatan” narasi yang mengagumkan dan penilaian berimbang akan perang dan politik ini benar-benar menjadi sebuah “mahakarya” sejarah yang sangat sayang untuk dilewatkan sebagai koleksi bacaan di rumah.

Share This Article