Long Walk to Freedom, Menyibak Kemerdekaan Afrika Selatan | Breaktime
Long Walk to Freedom, Menyibak Kemerdekaan Afrika Selatan
06.03.2015

Siapa yang tak mengenal sosok Nelson Mandela? True, he is one of the great moral and political leaders of our time. Ia adalah sosok pahlawan internasional yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk memerangi tindak kekerasan ras di Afrika Selatan. Hal itu pula lah yang akhirnya mengantarkan pria legendaris ini menyabet predikat sebagai Nobel Peace Prize serta menduduki jabatan presiden.

Melalui buku berjudul “Long Walk to Freedom” ini, Anda akan disuguhi sederet kisah perjuangan Nelson Mandela dalam memperjuangkan “kemerdekaan” rakyat Afrika Selatan secara rinci. Yap, since his triumphant release in 1990 from more than a quarter-century of imprisonment, Nelson Mandela telah menjadi pusat perhatian yang paling menonjol dan menginspirasi di panggung politik dunia.

Dengan jabatannya sebagai presiden Kongres Nasional Afrika serta kepala gerakan anti-apartheid di Afrika Selatan, ia terus menggerakkan bangsanya untuk maju di tengah pemerintahan multiras. Buku setebal 656 halaman ini juga akan menggambarkan seberapa pentingnya peran Nelson Mandela dalam memperjuangkan hak asasi manusia serta persamaan ras.

Kendati telah lama diterbitkan di tahun 1995, Long Walk to Freedom ini benar-benar sangat kaya akan berbagai makna tentang hakikat sebuah kemerdekaan. Merdeka untuk hidup di negara sendiri, merdeka untuk mengelola kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, merdeka untuk menyampaikan aspirasi, merdeka untuk mendapatkan akses pendidikan, serta merdeka dalam status sosial yang terbebas dari pandangan inferior.

His moving and exhilarating autobiography really deserves as your main source of reading. Inilah untuk pertama kalinya, seorang Nelson Roliglahla Mandela menceritakan perjalanan, perjuangan, serta harapan yang selalu tumbuh hingga semua itu berbuah satu kemenangan yang nyata: kemerdekaan bagi kaum kulit hitam.

Share This Article