“Whipping Boy”, A Masterpiece of Part Crime Thriller of 2015 | Breaktime
“Whipping Boy”, A Masterpiece of Part Crime Thriller of 2015
05.02.2015

Berkembangnya berbagai situs jejaring sosial ternyata menjadikan kasus bullying melalui verbal abused bukan lagi menjadi hal baru. But, hold on there, what about problem bullying in schools? Can you figure it out? Can you stand on it?

Yap, ketika masalah bullying tak lagi sekadar kata, tapi juga bercampur dengan siksaan fisik, dapatkah B’timers membayangkan betapa memilukannya hidup ini? Itulah yang dialami oleh Allen Kurzweil yang ia tuangkan pada buku terbarunya berjudul “Whipping Boy”.

Ini merupakan karya pertama Kurzweil dibidang non-fiksi yang menceritakan pengalamannya empat puluh tahun yang lalu saat ia harus menahan tindak penyiksaan di sekolah yang dilakukan oleh temannya sendiri bernama Cesar Augustus Viana, sosok bocah yang  menyiksa Kurzweil tanpa ampun.

Alih-alih membuat autobiografi yang membosankan, Kurzweil sengaja memotret kisah masa kecilnya tersebut menjadi sebuah bahan renungan yang dominan dalam karya terbarunya. Bila dalam karya lainnya suasana masa kecil Kurzweil ini akan lazim untuk dibalut dalam alur melodramatis yang bercampur dengan trauma psikologis, Kurzweil justru mengubah kenangan pedihnya menjadi a true-crime thriller.

Kisah ini bermula dari cerita tentang ayah Kurzweil yang merupakan seorang penemu champagne yang meninggalkan Vienna setalah Hitler mengambil alih di tahun 1938. Kemudian, di usia lima tahun, ayah Kurzweil meninggal dan ia dikirim ke asrama sekolah di Switzerland, Aiglon College.

Di tempat mengerikan inilah Kurzweil menggambarkan pertemuannya dengan Cesar yang melakukan aksi sadis tak terkira. Ia tega melakukan penyiksaan dan teror hingga mencambuk tubuh Kurzweil dengan sabuk sambil berujar “The Thirty-Nine Lashes” from Jesus Christ Superstar.

Semua kenangan Kurzweil akan kekejaman teman sekolahnya itu menjadikannya semakin terobsesi untuk menemukan Cesar. Ia bahkan berspekulasi bahwa Cesar adalah anak Pemerintah Ferdinand Marcos atau kini ia telah berkarir menjadi seorang philanthropist.

Ini merupakan buku terbaik dari Allen Kurweil yang dibalut dengan gaya cerita novel yang menjadikannya melesat jauh melebihi buku autobiografi biasa yang menjemukan. Buku ini juga akan menjawab tanya seputar apa arti memiliki musuh dalam hidup ini dan apa akibatnya bila membiarkan orang bertingkah sewenang-wenang terhadap hidup Anda.

Share This Article